Petugas pengangkut sampah DLH Kabupaten Gorontalo membersihkan tumpukan sampah (Istimewa)
GORONTALO — Masalah pengelolaan sampah di Kabupaten Gorontalo masih perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Minimnya armada pengangkut membuat kerja petugas semakin berat.
Mereka bahkan harus lembur tanpa libur, dengan gaji yang belum sepadan dengan pekerjaan.
Baca juga: Sejumlah Armada Rusak Parah, DLH Kabupaten Gorontalo Akui Pengangkutan Sampah Belum Maksimal
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo, Suharto Akase, menjelaskan saat ini DLH hanya memiliki 12 unit mobil pengangkut sampah.
Lima di antaranya rusak parah sehingga yang berfungsi normal tinggal tujuh unit.
Itu pun hanya bisa melayani pengangkutan sampah di lima kecamatan.
Baca juga: Lelang Aset Daerah, Pemkab Gorontalo Raup Rp219 Juta
“Yang rusak sekitar lima, kondisinya sudah parah. Biaya perbaikan lebih mahal, bahkan setara dengan harga mobil baru,” ungkap Suharto beberapa waktu lalu.
Kondisi ini berdampak langsung pada waktu pengangkutan sampah.
Jika armada lengkap, tumpukan sampah bisa diangkut dalam satu hingga dua hari.
Baca juga: 30 Warga Gorontalo Kerja Ilegal di Kamboja, Ini Alasannya
Akan tetapi dengan armada terbatas, waktu pengangkutan bisa molor hingga tiga sampai lima hari.
Saat ini DLH memiliki 127 petugas kebersihan. 97 di antaranya belum terdaftar dalam database dan akan diusulkan masuk sistem outsourcing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan