Ribuan warga padari Masjid Agung Baiturrahman Limboto kenang Rachmat Gobel (Humas Pemkab Gorontalo)
GORONTALO — Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Provinsi Gorontalo memadati ruang utama Masjid Agung Baiturrahman, Kabupaten Gorontalo, untuk mengikuti agenda keagamaan.
Kedatangan massa yang membeludak tersebut ditujukan untuk mengikuti jalannya zikir, doa bersama, serta takziah untuk mengenang hari kelima wafatnya Rachmat Gobel, Selasa, 14 Juli 2026.
Kehadiran ribuan warga secara sukarela ini menjadi bukti nyata dari besarnya rasa cinta sekaligus penghormatan mendalam terhadap dedikasi sang tokoh nasional semasa hidupnya.
Baca juga: Dendam Menahun, Seorang Kakek di Gorontalo Tewas di Tangan Cucu Sendiri
Agenda spiritual ini murni lahir dari pergerakan spontan masyarakat tanpa adanya unsur paksaan atau mobilisasi dari pihak tertentu.
"Ini murni inisiatif masyarakat. Mereka datang dari Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, hingga Bone Bolango. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi, sedangkan seluruh kegiatan digagas oleh masyarakat bersama ibu-ibu takmir masjid,” ujar perwakilan jamaah.
Pelaksanaan zikir akbar ini sekaligus menjadi cerminan dari kuatnya ikatan batin yang terjalin antara masyarakat Gorontalo dengan almarhum semasa hidup.
Baca juga: Hasil Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Tersingkir, Spanyol ke Final
Bagi publik Serambi Madinah, almarhum bukan sekadar figur pejabat publik di tingkat pusat, melainkan sosok penggerak kemajuan ekonomi serta pendidikan di daerah.
Dalam momentum penuh haru tersebut, utusan dari pemerintah daerah turut membagikan isi komunikasi terakhir yang sempat terjalin bersama almarhum.
Tepat 24 jam sebelum mengembuskan napas terakhirnya, almarhum sempat menitipkan wasiat penting agar seluruh program strategis daerah tidak terbengkalai.
Baca juga: Kemendikdasmen Resmi Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Ini Tujuannya
"Beliau hanya menitipkan satu pesan, agar seluruh proses pembangunan yang telah dirintis tetap dijaga dan diteruskan untuk masyarakat Kabupaten Gorontalo,” kenangnya.
Pihak pemerintah daerah menambahkan bahwa almarhum selalu menekankan bahwa perjuangan memajukan kesejahteraan masyarakat Gorontalo masih membutuhkan proses panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo