Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 JULI 2026 • 09:06 WIB

Panduan Membuat Tiliaya, Kuliner Tradisional Warisan Bangsawan dari Ranah Gorontalo

Panduan Membuat Tiliaya, Kuliner Tradisional Warisan Bangsawan dari Ranah GorontaloTiliaya, kuliner tradisional khas Gorontalo (Instagram @wirahardyansyah2.0)

GORONTALOKuliner tradisional khas Provinsi Gorontalo tidak pernah habis menawarkan keunikan cita rasa yang berpadu erat dengan warisan tradisi leluhur.

Salah satu warisan rasa yang paling dihormati dan melegenda di Serambi Madinah hingga hari ini adalah kue Tiliaya.

Kudapan manis dengan tekstur super lembut menyerupai puding ini diracik dari kombinasi sederhana namun kaya rasa antara telur, santan kental, dan gula merah aren.

Baca juga: Ketidaktahuan Pemilik Toko Jadi Celah Korporasi Pasang Reklame Ilegal di Kota Gorontalo

Jejak Sejarah dan Asal-Usul Nama Tokoh Adat

Berdasarkan catatan sejarah setempat, penganan legendaris ini pertama kali dikreasikan langsung oleh seorang putri raja Gorontalo yang bernama Tiliaya.

Eksistensi hidangan mewah ini disinyalir telah mewarnai meja makan istana para penguasa Nusantara sejak abad ke-15 silam.

Mitos lisan masyarakat lokal mengaitkan nama kue ini dengan frasa Tili* dan Aya yang bermakna instruksi untuk mendekatkan sajian kepada Ayahanda atau kepala dusun setempat.

Baca juga: Peringkat 1-4 FIFA Bentrok di Semifinal Piala Dunia 2026, Berikut Jadwalnya

Tokoh adat atau kepala desa merupakan figur sentral yang kehadirannya selalu dinanti-nanti dalam setiap upacara daur hidup masyarakat Gorontalo.

Sebagai wujud penghormatan tertinggi kepada sang pemimpin adat, tuan rumah wajib menempatkan wadah Tiliaya persis di dekat posisi duduk beliau.

Tradisi Religius dan Pendamping Nasi Kuning

Seiring berjalannya waktu, Tiliaya menjelma menjadi menu wajib yang harus hadir pada hari-hari pertama penyambutan bulan suci Ramadan.

Baca juga: Resep Ilabulo, Kuliner Simbol Perdamaian Raja-Raja Gorontalo yang Melegenda

Kue ini juga menjadi primadona dalam berbagai upacara adat vital mulai dari pernikahan, khitanan, pembaiatan, hingga prosesi sakral doa arua atau tahlilan kematian.

Uniknya, tradisi doa arwah mensyaratkan kewajiban penyajian Tiliaya jika mendiang yang berpulang adalah seorang perempuan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Panduan Membuat Tiliaya, Kuliner Tradisional Warisan Bangsawan dari Ranah Gorontalo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!