Kamis, 07 MEI 2026 • 09:42 WIB

Ekonomi Gorontalo Melesat 7,68 Persen pada Triwulan I-2026, Catatan Tertinggi dalam 5 Tahun

Author

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail beri respons elegan setelah HB Jassin dan Aloei Saboe gagal masuk daftar pahlawan nasional 2025 (Humas Pemprov Gorontalo)

GORONTALOProvinsi Gorontalo mencatatkan rekor pertumbuhan ekonomi yang impresif pada awal tahun 2026. 

Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bumi Serambi Madinah sukses tumbuh di angka 7,68 persen pada triwulan I-2026. 

Capaian ini menjadi lompatan besar dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir yang tertahan di kisaran 4 hingga 5 persen.

Baca juga: Adopsi Langkah Makassar, Adhan Dambea Berencana Terbitkan Perda LGBT

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyatakan optimisme tinggi bahwa daerah yang dipimpinnya kini berada pada jalur yang tepat menuju visi kemajuan daerah.

“Ini perlu disyukuri dan menggembirakan untuk kita semua,” tutur Gusnar, Kamis (7/5/2026).

Sektor Ekspor dan Pertanian Jadi Penopang Utama

Laju pertumbuhan yang signifikan ini didorong oleh performa kuat di sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi. 

Baca juga: Polisi Sita 77 Karung Sianida Ilegal Asal Filipina di Gorontalo, 1 WNI dan 3 WNA Ditahan

Namun, kontributor pertumbuhan paling dominan dilaporkan berasal dari sektor ekspor. 

Selain itu, geliat positif juga terlihat pada lapangan usaha pertambangan, industri pengolahan, serta transportasi dan pergudangan.

Gusnar menekankan bahwa terbatasnya anggaran daerah bukan menjadi penghalang untuk mengukir prestasi ekonomi yang maksimal.

Baca juga: Manfaat Nyata Jaminan Sosial, Klaim BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Gorontalo Tembus Rp36,9 Miliar

“APBD minim yang hanya Rp1,5 triliun tidak berarti pencapian kita minim. Semangat, fokus, dan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan membuat Gorontalo terus maju dan berkembang,” tegasnya.

Optimisme Menatap Triwulan Mendatang

Memasuki periode berikutnya, Pemerintah Provinsi Gorontalo memprediksi tren positif ini akan terus berlanjut. 

Selain sektor pertambangan yang makin ekspansif, ekosistem pangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih diyakini menjadi motor baru penggerak ekonomi kerakyatan.

Geliat ekonomi diprediksi akan semakin memuncak pada bulan Juni mendatang seiring dengan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII. 

Perhelatan akbar yang dijadwalkan pada 20-25 Juni 2026 tersebut diperkirakan akan menyedot sekitar 30 ribu partisipan.

Ini diprediksi akan memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi perputaran uang di Gorontalo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemprov Gorontalo

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU