GORONTALO — Sebuah pengakuan jujur mengenai perjalanan panjang di panggung politik tanah air akhirnya terucap langsung dari lisan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto menegaskan bahwa tekad untuk memperkuat dan menyejahterakan rakyat telah menjadi prinsip yang dipegangnya selama puluhan tahun.
Prinsip kokoh inilah yang menjadi bahan bakar utama bagi dirinya untuk terus bangkit dari setiap kegagalan elektoral di masa lalu.
Bagi Prabowo, esensi perjuangan politik bukanlah tentang mengejar jabatan semata, melainkan sebuah misi suci untuk membalikkan keadaan masyarakat kecil.
“Karena itulah saya bertekad, saya berjuang. Saya terus di politik. Kalah, saya maju lagi. Kalah, maju lagi," katanya saat memberikan sambutan pada acara puncak PENAS XVII, Rabu, 24 Juni 2026.
"Karena saya melihat belum ada usaha besar dari elit Indonesia untuk memperkuat rakyat Indonesia dari bawah,” lanjutnya.
Baca juga: Pemkab Gorontalo Dukung Penuh Aksi Sosial Kapolda di Hari Bhayangkara ke-80
Akar kegigihan politik tersebut rupanya bermula dari pengalaman empiris saat beliau memimpin organisasi agraria terbesar di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menceritakan pengalamannya saat menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Kala itu, dirinya menyaksikan langsung bagaimana kebijakan ekonomi nasional justru diadopsi dari teori-teori luar yang tidak memihak rakyat kecil.
Baca juga: Pecah Rekor! Transaksi UMKM di Kabupaten Gorontalo Tembus Miliaran Rupiah Selama PENAS XVII
Saat itu, kata Prabowo, pendekatan ekonomi yang berkembang cenderung mengedepankan prinsip-prinsip neoliberal yang menempatkan mekanisme pasar sebagai solusi utama.
Melihat kenyataan pahit ketika posisi tawar kaum marjinal dilemahkan oleh sistem, hati kecilnya menolak keras narasi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Setpres