Kawasan Menara Keagungan Limboto (HO/Leka)
GORONTALO – Estetika pusat pemerintahan Kabupaten Gorontalo tengah bersiap mengalami transformasi besar.
Demi menyambut ribuan peserta PENAS KTNA XVII Tahun 2026, pemerintah setempat meluncurkan proyek peremajaan total pada kawasan Menara Keagungan Limboto.
Proses pemugaran di area Taman Menara Pakaya Tower ini telah bergulir selama kurang lebih dua minggu.
Baca juga: Iduladha 2026: 3.054 Hewan Kurban Siap Disembelih di Kabupaten Gorontalo
Pada Kamis kemarin, pengerjaan memasuki fase krusial berupa perataan infrastruktur lama, termasuk panggung utama taman, menggunakan ekskavator mini.
Jalannya pembongkaran tersebut diawasi secara ketat oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.
Sofyan menegaskan langkah ini merupakan bagian dari visi strategis jangka panjang untuk menghadirkan kawasan terbuka hijau yang ramah, canggih, dan mampu memikat hati para pelancong lokal maupun luar daerah.
Baca juga: Jangan Salah Sasaran, Ini 3 Golongan Orang yang Berhak Menerima Daging Kurban
"Revitalisasi ini bukan hanya mempercantik taman, tetapi membangun wajah baru pusat Kota Limboto agar lebih hidup, modern, dan menjadi destinasi kebanggaan masyarakat Kabupaten Gorontalo,” ujar Sofyan.
Menariknya, akselerasi pembangunan ini tidak menyentuh pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pemkab Gorontalo menggandeng pihak swasta sebagai mitra strategis (pihak ketiga) untuk mendanai seluruh proyek.
Baca juga: Sering Jadi Pertanyaan, Ini Alasan Kenapa Ayam Tidak Sah Dijadikan Hewan Kurban
Terobosan finansial ini diambil agar pembangunan infrastruktur kota yang progresif dan berwawasan masa depan tetap bisa berjalan tanpa mengganggu stabilitas kas daerah.
Lantas, apa yang akan menjadi daya tarik utamanya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo