Monyet Gorontalo atau Dihe, salah satu hewan endemik yang terancam populasinya (boganiwartabone.org)
GORONTALO — Kekayaan alam Pulau Sulawesi tersimpan rapi di dalam rimbunnya hutan tropis Provinsi Gorontalo.
Wilayah ini menjadi rumah aman bagi sederet satwa eksklusif yang tidak dapat ditemukan di belahan bumi lainnya.
Keberadaan mereka menjadi bukti pentingnya menjaga kelestarian ekosistem hutan hujan.
Baca juga: Update Harga Kebutuhan Bahan Pokok di Gorontalo Jelang Iduladha 2026
Namun, beberapa dari satwa unik ini tengah menghadapi ancaman serius akibat menyusutnya habitat alami.
Menjelajahi habitat mereka laksana membuka lembaran buku prasejarah yang hidup.
Berikut adalah lima satwa endemik kebanggaan Gorontalo dengan segala keunikan serta status kelestariannya yang wajib kita ketahui.
Baca juga: Panduan Lengkap Syarat Hewan Kurban yang Sah Menurut Islam
Menjadi maskot utama Provinsi Gorontalo, Burung Maleo menyimpan keunikan perilaku yang menakjubkan sekaligus memprihatinkan.
Satwa ini tidak memanfaatkan kehangatan tubuhnya sendiri untuk menetaskan keturunan.
Induk Maleo akan menggali dan mengubur telur raksasanya di dalam tanah yang memiliki sumber panas bumi (geotermal) alami.
Baca juga: Indeks Reformasi Birokrasi Provinsi Gorontalo Masuk Kategori A
Sayangnya, akibat maraknya perburuan liar dan rusaknya area peneluran, populasi burung ikonis ini terus merosot tajam hingga berada dalam status terancam punah.
Jika ingin melihat langsung aktivitas unik mereka, kawasan Hungayono di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) menjadi salah satu tempat pengamatan terbaik yang tersisa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber