Alasan kenapa aam tidak sah dijadikan hewan kurban di Iduladha (Istimewa)
GORONTALO — Mendekati Iduladha 2026, dinamika seputar fikih ibadah kurban selalu menarik untuk dibahas.
Salah satu topik unik yang sesekali muncul di tengah obrolan masyarakat adalah pertanyaan sederhana: mengapa kita tidak boleh berkurban dengan menyembelih ayam?
Secara logika ekonomi, ayam tentu jauh lebih terjangkau dan dagingnya pun sangat lazim dikonsumsi oleh semua kalangan.
Baca juga: Mengintip Keunikan Hewan Endemik Gorontalo, Ada yang Terancam Punah
Namun, dalam ranah ibadah mutlak (mahdhah) seperti kurban, logika manusia harus tunduk pada ketetapan syariat.
Bagi Anda yang penasaran, berikut adalah penjelasan ilmiah dan teologis berdasarkan hukum Islam mengenai alasan mengapa ayam tidak sah dijadikan sebagai hewan kurban:
Alasan paling mendasar dan menjadi harga mati dalam fikih Islam adalah aturan mengenai jenis hewan.
Baca juga: Update Harga Kebutuhan Bahan Pokok di Gorontalo Jelang Iduladha 2026
Allah SWT secara spesifik telah membatasi jenis hewan yang boleh disembelih untuk kurban dalam Al-Qur'an Surat Al-Hajj ayat 34:
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap Bahimatul An’am (binatang ternak) yang telah direzekikan Allah kepada mereka...”
Para ulama tafsir dan ahli fikih dari seluruh mazhab telah sepakat (ijmak) bahwa yang dimaksud dengan Bahimatul An'am dalam ayat tersebut hanyalah hewan ternak berkuku belah berkaki empat, yaitu unta, sapi (termasuk kerbau), kambing (termasuk domba/biri-biri).
Baca juga: Panduan Lengkap Syarat Hewan Kurban yang Sah Menurut Islam
Ayam, bebek, angsa, atau burung unta sekalipun, meski berstatus halal dan berkaki dua, secara taksonomi fikih tidak masuk dalam rumpun Bahimatul An’am.
Oleh karena itu, menyembelihnya dengan niat kurban otomatis membuat ritual tersebut tidak sah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber