Jumat, 24 JULI 2026 • 12:42 WIB

Dongkrak Kualitas SDM, Pemkab Gorontalo Kucurkan Rp1,7 Miliar untuk Pendidikan Nonformal

Author

Wabup Gorontalo, Tonny S.Junus, buka kegiatan pembelajaran tahun 2026 (Humas Pemkab Gorontalo)

GORONTALO — Pemerintah Kabupaten Gorontalo semakin serius memperhatikan mutu pendidikan di luar jalur sekolah reguler.

Langkah strategis ini diambil demi menggenjot kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Sokongan dana segar senilai Rp1,7 miliar telah dikucurkan langsung oleh pemerintah pusat pada tahun ini.

Baca juga: Sempat Terlibat Skandal Orang Ketiga, Eks Kadis Kominfo Provinsi Gorontalo Sekarang Jadi Tersangka Korupsi

Anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk menjalankan program keaksaraan hingga pemberdayaan perempuan.

Peresmian program pembelajaran tahun 2026 ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus.

Acara pembukaan tersebut berlangsung meriah di Ballroom Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada hari Jumat, 24 Juli 2026.

Baca juga: Mengenal Kiprah dan Profil Tokoh Budaya Pelestari Kesenian di Gorontalo

Tonny menegaskan bahwa peningkatan mutu masyarakat tidak boleh hanya bergantung pada jalur pendidikan formal semata.

Penguatan literasi dan kecakapan hidup dinilai menjadi kunci penting bagi kemandirian warga setempat.

Ia turut menyematkan pesan khusus bagi seluruh pengajar dan peserta yang hadir.

Baca juga: Hari Anak Nasional ke-42, Bupati Gorontalo: Kami Ingin Anak-Anak Punya Ruang Berpendapat

“Kepada para tutor, pamong belajar, dan fasilitator, dampingilah warga belajar dengan ketulusan dan kesabaran. Kepada seluruh peserta, jangan pernah berhenti belajar karena usia bukanlah penghalang untuk terus meningkatkan kualitas diri,” ujar Tonny.

Antusiasme masyarakat daerah terhadap inisiatif pendidikan alternatif ini rupanya terus mengalami lonjakan tajam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gorontalo, Abdul Waris, membeberkan fakta kenaikan data kepesertaan tersebut.

Angka partisipasi warga belajar melesat dari 291 orang pada tahun 2024 menjadi 741 orang pada tahun berikutnya.

Puncaknya, jumlah peserta didik nonformal pada tahun 2026 ini sukses menembus angka 1.326 orang.

Lonjakan tajam ini sangat didukung oleh ketersediaan fasilitas pendidikan yang tersebar luas di seluruh penjuru kabupaten.

Gorontalo saat ini tercatat telah mengoperasikan sebanyak 29 lembaga pendidikan nonformal secara aktif.

Fasilitas tersebut mencakup enam unit Sanggar Kegiatan Belajar dan dua puluh dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Bahkan, satu unit fasilitas PKBM khusus juga telah berhasil didirikan di dalam area Lapas Perempuan Hutuo.

Pemerintah juga turut menggandeng 26 Lembaga Kursus dan Pelatihan untuk menyokong keberhasilan program pendidikan ini.

Seluruh fasilitas publik ini diharapkan mampu membuka akses belajar yang jauh lebih inklusif.

Warga akan dibekali dengan berbagai keterampilan praktis yang sangat berguna sebagai bekal mencari nafkah.

Pemerintah daerah optimis inisiatif ini mampu mencetak individu yang jauh lebih tangguh dan mandiri pada masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Gorontalo

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU