Benteng Oranye si Gorontalo Utara (blogrumahgorontalo.files.wordpress.com)
GORONTALO — Bukit Arang di Desa Dambalo, Gorontalo Utara, menyimpan salah satu hidden gems peninggalan sejarah Gorontalo.
Lokasi ini merupakan tempat berdirinya monumen pertahanan kuno bernama Benteng Oranye.
Situs cagar budaya ini berjarak sekitar 61 kilometer dari pusat Kota Gorontalo.
Baca juga: Menyusuri Jejak Sejarah, Ini Daftar Cagar Budaya Ikonik di Gorontalo
Secara administratif, bangunan tua ini masuk dalam wilayah Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
Kawasan pesisir Kwandang pada masa lampau sempat memanas akibat ancaman bajak laut dari Filipina.
Suku Buol dan masyarakat Kerajaan Limboto adalah kelompok awal yang mendiami wilayah rawan konflik tersebut.
Baca juga: Bupati Gorontalo: PPPK Paruh Waktu Tidak akan Dirumahkan
Kedatangan bangsa Portugis pada tahun 1630 mulai mengubah peta kekuatan militer di pesisir utara Gorontalo.
Mereka memprakarsai pembangunan benteng pertahanan ini untuk menghalau serangan musuh dari arah laut.
Proses pendiriannya melibatkan tenaga rakyat Gorontalo melalui sistem kerja gotong royong yang sangat panjang.
Baca juga: Pemkab Gorontalo Buka Peluang Ekonomi Baru Lewat Kepastian Hukum Agraria
Bongkahan batu karang dan batu gunung dioper dari tangan ke tangan secara estafet menuju lokasi pembangunan.
Getah pelepah daun rumbia digunakan sebagai bahan perekat alami pengganti semen pada masa itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Perpustakaan Digital Budaya Indonesia