Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 JULI 2026 • 12:40 WIB

Jejak Kolonial di Gorontalo: Menguak Sejarah Benteng Oranye Kwandang

Jejak Kolonial di Gorontalo: Menguak Sejarah Benteng Oranye KwandangBenteng Oranye si Gorontalo Utara (blogrumahgorontalo.files.wordpress.com)

GORONTALO — Bukit Arang di Desa Dambalo, Gorontalo Utara, menyimpan salah satu hidden gems peninggalan sejarah Gorontalo.

Lokasi ini merupakan tempat berdirinya monumen pertahanan kuno bernama Benteng Oranye.

Situs cagar budaya ini berjarak sekitar 61 kilometer dari pusat Kota Gorontalo.

Baca juga: Menyusuri Jejak Sejarah, Ini Daftar Cagar Budaya Ikonik di Gorontalo

Secara administratif, bangunan tua ini masuk dalam wilayah Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Latar Belakang dan Jejak Bangsa Portugis

Kawasan pesisir Kwandang pada masa lampau sempat memanas akibat ancaman bajak laut dari Filipina.

Suku Buol dan masyarakat Kerajaan Limboto adalah kelompok awal yang mendiami wilayah rawan konflik tersebut.

Baca juga: Bupati Gorontalo: PPPK Paruh Waktu Tidak akan Dirumahkan

Kedatangan bangsa Portugis pada tahun 1630 mulai mengubah peta kekuatan militer di pesisir utara Gorontalo.

Mereka memprakarsai pembangunan benteng pertahanan ini untuk menghalau serangan musuh dari arah laut.

Proses pendiriannya melibatkan tenaga rakyat Gorontalo melalui sistem kerja gotong royong yang sangat panjang.

Baca juga: Pemkab Gorontalo Buka Peluang Ekonomi Baru Lewat Kepastian Hukum Agraria

Bongkahan batu karang dan batu gunung dioper dari tangan ke tangan secara estafet menuju lokasi pembangunan.

Getah pelepah daun rumbia digunakan sebagai bahan perekat alami pengganti semen pada masa itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Perpustakaan Digital Budaya Indonesia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jejak Kolonial di Gorontalo: Menguak Sejarah Benteng Oranye Kwandang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!