Satgas Pangan Provinsi Gorontalo mengecek langsung harga beras di pasar (HO/Husnul Puhi)
GORONTALO — Lonjakan harga kebutuhan pokok tengah melanda wilayah Provinsi Gorontalo.
Komoditas beras dan minyak goreng kini dibanderol dengan harga yang cukup mencekik leher konsumen.
Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, akhirnya angkat bicara mengenai fenomena ini.
Baca juga: Angin Segar bagi Nakes, Pemkab Gorontalo Rampungkan Aturan Remunerasi BLUD
Penjelasan resmi tersebut disampaikannya secara gamblang pada hari Kamis, 23 Juli 2026 kemarin.
Fayzal menyebut gangguan rantai pasok dan menipisnya cadangan stok menjadi biang kerok utama permasalahan ini.
Distribusi minyak goreng melalui jalur laut diketahui mengalami kemacetan parah di area Pelabuhan Gorontalo.
Baca juga: Dongkrak Kualitas SDM, Pemkab Gorontalo Kucurkan Rp1,7 Miliar untuk Pendidikan Nonformal
Ratusan kontainer dilaporkan menumpuk akibat keterbatasan operasional alat berat jenis crane di lokasi bongkar muat.
Kondisi tersebut menjadi semakin ruwet oleh panjangnya antrean truk logistik yang harus berburu bahan bakar solar.
Kelambatan proses bongkar muat kapal ini langsung memicu pembengkakan biaya operasional secara signifikan.
"Pihak perusahaan pelayaran memilih menaikkan biaya sewa kontainer akibat dwelling time diatas hingga Rp20jt per kontainer, sebelumnya Rp. 11jt/kontainer. Ini berdampak pada kenaikan harga komoditi di tingkat distributor,” jelas Fayzal.
Jalur distribusi darat juga tidak luput dari kelumpuhan akibat kelangkaan bahan bakar minyak bersubsidi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo