SD Negeri di Kota Gorontalo ini Sepi Peminat, Kepsek: Alhamdulillah Masih Dapat Tiga Murid Baru
GORONTALO — SDN 13 Kota Barat, Kota Gorontalo sepi peminat meski sudah memasuki tahun ajaran baru.
Sekolah yang terletak di pusat kota ini tercatat hanya menerima tiga orang murid baru pada masa orientasi tahun ini.
Meski jumlahnya sangat minim, pihak sekolah tetap menyambut kehadiran para siswa tersebut dengan penuh rasa syukur.
Baca juga: Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Baru Dibentuk Prabowo?
Sudah All Out, tapi Kalah Saing dengan Sekolah Lain
Kepala SDN 13 Kota Barat, Farisal Gaib, menegaskan bahwa para tenaga pendidik sebenarnya tidak pernah berdiam diri.
Mereka selama ini telah berupaya keras mempromosikan sekolah untuk menarik minat masyarakat sekitar.
"Teman-teman guru sudah all out dan berusaha semaksimal mungkin agar jumlah siswa bisa memenuhi standar. Alhamdulillah kami masih mendapat tiga siswa baru, meski jumlahnya memang sedikit," ujar Farisal saat ditemui di sekolah tersebut, Kamis, 23 Juli 2026.
Baca juga: Polisi Damaikan Drama Ojol Vs Pelanggan Gegara Alamat Nyasar
Minimnya pendaftar ini rupanya bukan disebabkan oleh kurangnya intensitas sosialisasi dari pihak sekolah.
Farisal mengungkapkan bahwa kondisi fisik lingkungan sekolah menjadi faktor utama keraguan para orang tua murid.
Halaman sekolah ini diketahui selalu menjadi langganan genangan air setiap kali hujan deras melanda.
Baca juga: Mitchell Baker Langsung Unjuk Ketajaman Jelang Piala AFF 2026
Situasi tersebut jelas menciptakan suasana belajar yang dinilai kurang nyaman bagi anak-anak.
Fasilitas pendidikan yang dinilai kalah bersaing dengan sekolah lain di sekitarnya juga turut memperparah keadaan.
Kondisi ini bahkan sempat memicu sejumlah siswa lama untuk memindahkan studinya ke sekolah lain.
Dampak dari krisis murid ini memunculkan ketimpangan rasio antara jumlah tenaga pengajar dan peserta didik.
Sekolah ini sekarang mempekerjakan sepuluh orang tenaga pendidik termasuk sang kepala sekolah.
Mirisnya, jumlah keseluruhan siswa dari kelas satu hingga enam kini hanya tersisa 34 orang saja.
Angka tersebut merosot cukup jauh dari total 40 siswa pada tahun ajaran sebelumnya.
Penurunan ini terjadi karena jumlah sembilan siswa yang lulus tahun lalu tidak sebanding dengan masuknya tiga murid baru.
Distribusi jumlah murid di setiap tingkatan kelas pun terlihat sangat timpang dan tidak merata.
Kelas tiga menjadi rombongan belajar paling ramai dengan total 15 orang siswa.
Sementara itu, kelas satu dan enam saat ini masing-masing hanya diisi oleh tiga orang anak.
"Untuk guru dan tenaga pendidik itu hanya berjumlah 10 termasuk saya. Kalau untuk siswa, saat ini hanya 34 orang dari jumlah keseluruhan," jelas Farisal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berinti.id