7 kalimat sehari-hari yang tanpa disadari meninggalkan kesan buruk (Istimewa)
GORONTALO — Cara seseorang berkomunikasi sangat menentukan kualitas hubungan sosial di tengah masyarakat.
Terkadang ada untaian kata yang meluncur begitu saja dari mulut tanpa disaring terlebih dahulu.
Padahal, pakar psikologi menilai beberapa ungkapan tersebut justru memancarkan aura sangat negatif.
Baca juga: Rekomendasi Gelanggang Olahraga (GOR) Terbaik di Gorontalo
Reputasi seseorang bisa hancur perlahan hanya karena salah memilih kosakata saat berinteraksi sehari-hari.
Setiap interaksi verbal sejatinya membutuhkan tingkat kepekaan sosial yang sangat tinggi.
Kesalahan dalam memilih susunan kalimat dapat memicu kesalahpahaman yang berujung pada konflik berkepanjangan.
Baca juga: Anggaran Pemkab Gorontalo Dipastikan Aman hingga Akhir Tahun 2026
Oleh karena itu, setiap individu wajib menyadari dampak emosional dari ucapan yang mereka lontarkan kepada orang lain.
Pernyataan ini sering menjadi tameng untuk membenarkan ucapan yang menyakitkan dengan niat terselubung.
Taktik melempar kesalahan kepada orang lain ini akan menghambat pertumbuhan kualitas sebuah hubungan.
Baca juga: Tiga Tersangka Korupsi Irigasi Pinogu Gorontalo Ditahan, Negara Rugi Rp3 M
Lawan bicara kerap menganggap kalimat ini sebagai basa-basi belaka untuk meredam dampak rasa sakit hati.
Mempertanyakan kepedulian atau alasan orang lain bersedih merupakan cerminan dari sikap egois tingkat tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Haibunda