GORONTALO — Presiden Prabowo Subianto kembali menggebrak dunia pendidikan nasional dengan mendirikan institusi pendidikan khusus pencetak calon pemimpin bangsa.
Lembaga strategis bernama Universitas Republik Indonesia tersebut kini resmi dinahkodai oleh Gubernur Donny Ermawan.
Pelantikan gubernur pertama kampus kebangsaan ini telah dilangsungkan secara khidmat pada hari Rabu, 22 Juli 2026.
Baca juga: Polisi Damaikan Drama Ojol Vs Pelanggan Gegara Alamat Nyasar
Tujuan utama pendirian kampus ini adalah menyelaraskan sistem pendidikan dari tingkat dasar hingga jenjang pemerintahan tingkat tinggi.
"Presiden ingin mengonsolidasikan dan mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini," kata Donny.
Terhubung dengan Sekolah Garuda
Keberadaan kampus ini nantinya akan terhubung erat dengan ekosistem Sekolah Unggulan Garuda.
Baca juga: Mitchell Baker Langsung Unjuk Ketajaman Jelang Piala AFF 2026
Pemerintah bahkan memproyeksikan pembangunan sepuluh kawasan kampus terpadu ini di berbagai wilayah Nusantara pada masa mendatang.
Pengelolaan institusi bergengsi ini berada di bawah kendali penuh Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan.
Badan khusus ini ditugaskan untuk mengintegrasikan operasional Sekolah Unggulan, Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara.
Baca juga: Awas, Deretan Ucapan Sehari-hari Ini Bisa Menghancurkan Reputasi Anda
Integrasi ini secara otomatis memperluas kewenangan Lembaga Administrasi Negara dalam melatih sumber daya manusia secara komprehensif.
"Nantinya akan kita tambahkan juga untuk BUMN. Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara," ujarnya.
Kiprah nyata lembaga baru ini rupanya sudah mulai berjalan secara aktif melalui program pelatihan aparatur negara.
Saat ini terdapat 399 pegawai baru BUMN yang sedang dididik untuk memperkuat fondasi integritas dan karakter kepemimpinan mereka.
Seluruh kebutuhan finansial operasional perguruan tinggi pelat merah ini ditanggung sepenuhnya oleh pundi-pundi APBN.
Lahan eks perkebunan sawit milik PTPN di kawasan Bogor telah dipilih sebagai lokasi strategis pembangunan gedung utama kampus.
Sementara proses konstruksi berjalan, pusat kegiatan institusi ini dipusatkan sementara di Gedung Kementerian BUMN Jakarta.
Meski berstatus lembaga khusus, kampus ini dipastikan tetap memiliki kewenangan untuk menerbitkan ijazah sarjana bagi para lulusannya.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa gagasan pendirian kampus ini banyak mengadopsi sistem unggulan global.
"Jadi, belajar kayak beberapa negara yang punya lembaga-lembaga pendidikan khusus mempersiapkan calon-calon pemimpin," kata Prasetyo.
Pemerintah menjadikan keberhasilan Institut National du Service Public di Prancis sebagai rujukan utama pembangunan sistem pendidikan ini.
Negara maju tersebut mewajibkan seluruh birokrat, pimpinan BUMN, dan kepala daerahnya untuk menempuh pendidikan di satu lembaga terpusat.
Adaptasi sistem ini diharapkan mampu melahirkan birokrat Indonesia yang menguasai kemampuan manajerial sekaligus teknis yang mumpuni.
Kecakapan teknis tersebut mutlak harus dibarengi dengan pemahaman wawasan kebangsaan yang sangat mengakar kuat di dalam diri.
Rasa nasionalisme tinggi sangat krusial sebagai fondasi utama dalam mengemban amanah besar demi kesejahteraan seluruh rakyat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Presidenri.go.id