Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami di Gorontalo dan Sekitarnya
GORONTALO — Peringatan dini tsunami resmi dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin pagi, 8 Juni 2026.
Langkah ini diambil menyusul terjadinya gempa bumi tektonik berkekuatan besar yang mengguncang wilayah Indonesia Timur.
Detail Guncangan Gempa Berdasarkan Data BMKG
Berdasarkan laporan resmi dari BMKG, gempa bumi bermagnitudo 7,7 tersebut tercatat terjadi pada pukul 06.49 WIB.
Baca juga: Dorong Hilirisasi Perkebunan, Pemkab Gorontalo Salurkan Ribuan Bibit Kelapa ke Warga
Titik koordinat pusat gempa terdeteksi berada di laut pada jarak sekitar 244 kilometer arah barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Guncangan kuat ini bersumber dari kedalaman bawah laut sedalam 47 kilometer.
Tak lama setelah kejadian, tim ahli BMKG langsung melakukan pemodelan matematis untuk menganalisis potensi dampak gelombang laut.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia Vs Mozambik di FIFA Matchday 2026, Menang Lagi Garuda?
Daftar Wilayah Pesisir dengan Status Siaga Tsunami
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa sejumlah wilayah pesisir di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur berpotensi terdampak.
Terkait ancaman tersebut, BMKG menetapkan status siaga tsunami untuk beberapa area pantai spesifik.
Daftar daerah pesisir yang masuk dalam kategori siaga meliputi Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara bagian utara, dan Minahasa bagian utara.
Baca juga: Musuh Bebuyutan Keok, Timnas Indonesia U-19 Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 2026
Selain itu, status siaga juga berlaku di Kepulauan Minahasa, Minahasa Selatan bagian utara, Bolaang Mongondow Utara, Gorontalo Utara, Buol, Tolitoli, hingga Tarakan.
Rentang Waktu Estimasi Kedatangan Gelombang dan Imbauan Warga
BMKG memperkirakan ancaman gelombang tsunami dapat mencapai daratan di wilayah-wilayah siaga tersebut dalam durasi waktu tertentu.
Rentang waktu kedatangan gelombang diprediksi terjadi antara pukul 06.49 hingga pukul 08.27 WIB.
Meski situasi mencekam, pihak BMKG mengimbau masyarakat luas untuk tidak tenggelam dalam kepanikan yang berlebihan.
Warga yang berdomisili atau sedang beraktivitas di dekat kawasan pantai diminta segera menjauhi area pesisir untuk sementara waktu.
Langkah evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi disarankan tetap dilakukan hingga ada pengumuman resmi lanjutan.
Hingga saat ini, stasiun pemantau BMKG masih terus melakukan analisis data secara berkala guna memperbarui perkembangan situasi di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG, Berinti.id