GORONTALO — Setiap tanggal 5 Juni, masyarakat di berbagai belahan dunia bersatu untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Momentum tahunan ini menjadi pengingat penting bagi manusia akan kondisi bumi yang kian rapuh.
Melalui peringatan ini, semua lapisan masyarakat diajak untuk lebih peduli dan mengambil tindakan nyata demi kelestarian alam.
Baca juga: Menilik Asal-Usul Gaji ke-13, Tunjangan Musiman yang Kini Rutin Diterima ASN
Awal mula lahirnya hari peringatan ini berakar dari Konferensi Stockholm yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1972.
Konferensi bersejarah tersebut menjadi diskusi tingkat global pertama yang membahas interaksi antara manusia dan lingkungan secara menyeluruh.
Hasil dari pertemuan besar itu kemudian melahirkan badan lingkungan PBB yang dikenal sebagai UNEP (United Nations Environment Programme).
Baca juga: Polda Gorontalo Bakal Gelar Operasi Patuh 2026, Catat Jadwal dan Skema Pelaksanaannya
Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia dua tahun setelah konferensi tersebut, tepatnya pada tahun 1974.
Perayaan perdana pun digelar pada tahun yang sama dengan mengusung tema ikonik "Only One Earth".
Sejak saat itu, hari bersejarah ini diperingati setiap tahun secara bergantian di berbagai negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah.
Baca juga: Riset GoodStats 2026: 64 Persen Responden Anggap Beban Pajak Tanah Air Masih Terlalu Berat
Tujuan Utama Peringatan Lingkungan Hidup Global
Tujuan mendasar dari agenda global ini adalah untuk meningkatkan kesadaran publik secara masif mengenai isu-isu lingkungan yang kritis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber