Seorang warga Gorontalo sedang merawat bunga polohuno miliknya (infopublik.id)
GORONTALO — Setiap daerah di Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga sarat akan nilai leluhur.
Di Provinsi Gorontalo, terdapat satu flora identitas yang kedudukannya sangat istimewa, baik dalam tatanan adat maupun pandangan hidup masyarakatnya.
Flora tersebut adalah Bunga Polohungo (dikenal secara nasional sebagai tanaman puring atau Codiaeum variegatum).
Baca juga: Warga Kota Gorontalo Penerima Bantuan Bakal Dicoret Kalau Kedapatan Miras dan Narkoba
Bagi masyarakat Gorontalo, Polohungo bukan sekadar tanaman hias pengisi pekarangan.
Kehadirannya menyelimuti berbagai ritual daur hidup manusia, mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga upacara pemakaman.
Secara visual, Polohungo adalah tanaman perdu dengan variasi bentuk dan warna daun yang sangat kaya.
Baca juga: Gagal di Piala Dunia U-17, Mathew Baker Dipanggil Timnas Indonesia Senior di FIFA Matchday Juni 2026
Daunnya bisa berbentuk oval, pita, hingga bergelombang dengan kombinasi warna alami yang memukau, mulai dari hijau tua, kuning terang, jingga, hingga merah marun.
Daya tahan tanaman ini sangat kuat. Polohungo mampu tumbuh subur di berbagai kondisi tanah dan cuaca, menjadikannya simbol ketangguhan alami yang mudah dijumpai di seluruh penjuru wilayah Gorontalo.
Dalam struktur adat Gorontalo, Polohungo termasuk dalam golongan Timbuale, yaitu tumbuh-tumbuhan ritual yang wajib hadir dalam prosesi sakral.
Daun Polohungo digunakan sebagai salah satu elemen dalam prosesi mandi adat (mopotilolo) bagi calon pengantin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber