Barang bukti miras yang diamankan Polres Bone Bolango selama operasi patuh (Polda Gorontalo)
GORONTALO — Aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Bone Bolango terus berupaya keras mengikis habis penyakit masyarakat demi menjaga stabilitas keamanan.
Komitmen nyata ini dibeberkan secara transparan dalam agenda konferensi pers terkait hasil Operasi Pekat Otanaha 2026 serta sejumlah pengungkapan kasus pidana menonjol lainnya.
Agenda penyampaian capaian kinerja tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro, pada Senin, 8 Juni 2026.
Fokus utama yang menjadi sorotan tajam pihak kepolisian dalam rilis tersebut adalah masih tingginya angka peredaran dan konsumsi minuman keras (miras).
Supriantoro secara gamblang mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi sosial ini karena berdampak langsung pada stabilitas kamtibmas.
“Tingkat konsumsi minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Bone Bolango masih tergolong tinggi," katanya.
Baca juga: Dorong Hilirisasi Perkebunan, Pemkab Gorontalo Salurkan Ribuan Bibit Kelapa ke Warga
"Penyalahgunaan dan konsumsi miras menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka tindak pidana di Kabupaten Bone Bolango,” sambungnya.
Meski begitu, pihak kepolisian tetap mensyukuri kerja keras personel di lapangan yang berhasil melakukan penindakan secara masif selama operasi berlangsung.
"Alhamdulillah, hasil Operasi Pekat Otanaha 2026 menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode sebelumnya," tambah Supriantoro.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia Vs Mozambik di FIFA Matchday 2026, Menang Lagi Garuda?
Detail hasil tangkapan operasi kemudian dijabarkan secara rinci oleh Kasat Samapta Polres Bone Bolango, IPTU Syamsul Azhar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Polda Gorontalo