GORONTALO — Pemerintah Kabupaten Gorontalo kini tengah bergerak cepat untuk menuntaskan pelaksanaan program UPLAND.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan dana hibah internasional di sektor pertanian tersebut dapat terserap dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sebelum program resmi berakhir pada akhir tahun 2026.
Komitmen percepatan ini ditegaskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, pada Sabtu (23/05/2026).
Baca juga: Ketentuan dan Syarat Penyembelihan Hewan Kurban dalam Islam
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pemangku kepentingan diinstruksikan untuk memangkas birokrasi dan mempercepat setiap tahapan proyek di lapangan.
Sebagai informasi, UPLAND merupakan program andalan Kementerian Pertanian RI yang dirancang untuk membangun sistem pertanian terpadu di wilayah dataran tinggi.
Melalui adopsi teknologi pertanian modern dan berkelanjutan, program ini berfokus pada peningkatan produktivitas lahan, kesejahteraan petani, sekaligus memperkokoh ketahanan pangan daerah.
Baca juga: Satpol PP Perketat Pengawasan Rokok Ilegal di Gorontalo
Kabupaten Gorontalo sendiri menjadi bagian dari komitmen nasional ini, bersanding dengan 13 kabupaten lain di seluruh Indonesia.
Keikutsertaan dalam program UPLAND membuka peluang besar bagi Kabupaten Gorontalo untuk mengelola dana hibah internasional mencapai Rp1,7 miliar.
Pendanaan kakap tersebut disokong oleh dua lembaga keuangan dunia, yakni Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Baca juga: 6 Makna Kepribadian di Balik Gaya Berjalan Cepat
Menindaklanjuti hasil evaluasi berkala dari Kementerian Pertanian terkait progres di tingkat daerah, Sugondo menegaskan bahwa koordinasi internal akan langsung ditingkatkan demi mengejar target yang ada.
“Dari hasil pertemuan ini, kita akan segera membagi tugas dan mempercepat seluruh proses pelaksanaan,” ujar Sugondo.
Ia mengingatkan bahwa sisa waktu yang dimiliki daerah sangat terbatas.
Meski program berskala nasional ini baru berakhir di penghujung 2026, tenggat waktu pemenuhan target fisik dan administrasi di tingkat lokal sudah harus rampung total pada musim gugur tahun ini.
“Target kerja tahun 2026 harus bisa kita capai sebelum September sehingga hasil akhirnya dapat maksimal bagi daerah,” katanya.
Sugondo juga menekankan pentingnya rasa tanggung jawab dari seluruh pihak terkait.
Mengingat program ini sudah berjalan cukup lama, kegagalan dalam menyerap anggaran akan menjadi kerugian besar bagi sektor pertanian abadi di Bumi Panua.
“Program ini sudah berjalan sejak 2021. Jadi sangat rugi kalau peluang hibah sebesar ini tidak bisa dimanfaatkan sampai akhir program,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo