GORONTALO — Bertempat di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Pemerintah Kabupaten Gorontalo melaksanakan seleksi ketat bagi calon konsultan dan pendamping PLUT-KUMKM Tahun Anggaran 2026 pada Selasa (5/5/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan ekosistem ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut dikelola oleh tenaga profesional yang kompeten.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bahwa PLUT-KUMKM adalah jantung layanan bagi para pelaku usaha lokal.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia U-17 Vs China U-17 di Piala Asia U-17 2026, Main Malam Ini
Layanan ini mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari pendampingan bisnis, pelatihan teknis, hingga pembukaan akses pembiayaan dan pemasaran.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa efektivitas lembaga ini sangat bergantung pada kualitas individu di dalamnya.
“Seleksi ini menjadi pintu masuk untuk memastikan kita mendapatkan SDM terbaik yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, komitmen, dan semangat pengabdian dalam memberdayakan UMKM,” tegas Sofyan.
Baca juga: Mahasiswa KKN UNG Dorong Inovasi Keripik Cumi Jadi Produk Unggulan Desa Molutabu
Lima Mandat Utama bagi Pendamping Baru
Dalam arahannya, Sofyan menitipkan lima tugas pokok yang harus dijalankan oleh para pendamping terpilih nantinya.
1. Legalitas Usaha: Penguatan aspek hukum bagi pelaku UMKM.
2. Kapasitas SDM: Peningkatan kualitas diri para pengusaha lokal.
Baca juga: Sejarah Hari Bidan Sedunia 5 Mei dan Makna Penting Peringatannya
3. Standardisasi: Memastikan mutu produksi sesuai standar pasar.
4. Pembiayaan: Memfasilitasi akses modal.
5. Digitalisasi: Perluasan pasar melalui marketplace, media sosial, hingga e-katalog pemerintah.
Transformasi Menuju UPTD dan Tantangan PENAS 2026
Sejalan dengan visi Bupati, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gorontalo, Arifin Suaib, menjelaskan bahwa saat ini PLUT-KUMKM sedang dalam proses pengusulan menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Transformasi ini diharapkan membuat layanan lebih terintegrasi dengan kebijakan daerah.
Arifin juga menekankan bahwa tantangan terdekat bagi para pendamping yang terpilih adalah agenda nasional PENAS Petani Nelayan XVII yang akan digelar di Gorontalo pada 20–25 Juni 2026.
Momentum ini harus dimanfaatkan sebagai ajang pembuktian kualitas produk UMKM lokal di kancah nasional.
“Kita tidak sekadar melengkapi struktur, tetapi membangun ekosistem ekonomi yang kredibel. Pendamping yang terpilih harus memiliki otak korporasi dan hati sosial,” pungkas Arifin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo