Sejarah Hari Bidan sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Mei (Istimewa)
GORONTALO — Tiap tanggal 5 Mei, dunia memberikan penghormatan khusus kepada para pejuang kemanusiaan yang berada di garda terdepan kesehatan ibu dan anak.
Hari Bidan Sedunia atau International Day of the Midwife bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan dedikasi luar biasa para bidan dalam memastikan keselamatan generasi masa depan.
Berikut adalah ulasan mengenai sejarah dan pentingnya peran bidan dalam tatanan kesehatan global.
Baca juga: Lebih Sehat dan Berenergi: Mengupas 10 Manfaat Bersepeda bagi Tubuh
Hari Bidan Sedunia diperingati secara konsisten pada tanggal 5 Mei setiap tahunnya.
Peringatan ini menjadi momentum bagi masyarakat global untuk mengakui jasa profesi kebidanan yang sering kali bekerja dalam kondisi menantang demi menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir.
Gagasan mengenai hari peringatan khusus bagi para bidan pertama kali dicetuskan pada konferensi International Confederation of Midwives (ICM) di Belanda pada tahun 1987.
Baca juga: Gerindra Jadi Parpol dengan Kinerja Terbaik di Mata Anak Muda Kalahkan PDIP
Tujuan utamanya adalah untuk memusatkan perhatian dunia pada peran krusial bidan dalam sistem kesehatan.
Peringatan secara formal baru mulai dilakukan pada tanggal 5 Mei 1991.
Sejak saat itu, setiap tahunnya ICM menetapkan tema yang berbeda-beda untuk memperkuat advokasi mengenai akses layanan kesehatan reproduksi yang aman dan berkualitas di seluruh penjuru dunia.
Baca juga: Provinsi Gorontalo Punya Kajati Baru, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Kehadiran bidan memiliki dampak yang sangat mendalam, tidak hanya secara klinis tetapi juga secara emosional. Berikut adalah alasan mengapa peran mereka begitu vital:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber