GORONTALO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menginisiasi program pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan keripik cumi sebagai produk unggulan di Desa Molutabu.
Program ini fokus pada peningkatan nilai tambah hasil laut lokal untuk memperkuat ekonomi warga.
Ketua Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Tematik Desa Molutabu, Tineke Wolok, mengungkapkan bahwa inovasi ini memberikan keuntungan nyata bagi pelaku UMKM.
Baca juga: Sejarah Hari Bidan Sedunia 5 Mei dan Makna Penting Peringatannya
Selain diversifikasi rasa, aspek pengemasan modern menjadi kunci untuk menembus pasar yang lebih luas.
"Dengan pendampingan mahasiswa KKN, pedagang UMKM di Desa Molutabu kini mampu mengelola produksi secara higienis, mengurangi limbah, dan meningkatkan pendapatan hingga 30-50 persen," ujar Tineke.
Tineke juga memperkenalkan teknik pengemasan inovatif menggunakan standing pouch zipper dengan desain cerah yang menggugah selera.
Baca juga: Lebih Sehat dan Berenergi: Mengupas 10 Manfaat Bersepeda bagi Tubuh
Untuk menjawab tantangan pemasaran digital, mahasiswa turut mengintegrasikan penggunaan QR Code serta strategi promosi melalui Instagram dan TikTok.
Potensi Ekonomi dan Kemandirian Desa
Analisis ekonomi yang dipaparkan menunjukkan potensi laba yang menjanjikan. Dengan modal produksi sebesar Rp116.500, masyarakat dapat memproduksi 39 bungkus keripik.
Jika dijual seharga Rp5.000 per bungkus, pendapatan yang diraih mencapai Rp195.000, dengan keuntungan bersih sebesar Rp78.500 per siklus produksi.
Kepala Desa Molutabu, Lefri Mooduto, menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap masyarakat dapat melanjutkan produksi secara mandiri meski masa pengabdian mahasiswa akan segera berakhir.
Baca juga: Gerindra Jadi Parpol dengan Kinerja Terbaik di Mata Anak Muda Kalahkan PDIP
"Harapannya agar pedagang UMKM ke depan bisa memproduksi keripik cumi secara mandiri untuk pengembangan lebih lanjut," pungkas Lefri.
Melalui workshop dan pelatihan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu menjadikan keripik cumi Desa Molutabu sebagai produk khas yang berdaya saing global demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rilis