GORONTALO — Langkah taktis diambil Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat melalui strategi hilirisasi komoditas pertanian unggulan.
Kebijakan ini sengaja difokuskan untuk menggenjot nilai tambah produk lokal sekaligus membuka ruang penyerapan tenaga kerja secara masif di daerah.
Komitmen besar tersebut dipaparkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, saat menjamu perwakilan investor JVR Jayata Consulting di ruang kerjanya pada Selasa (30/6/2026).
Baca juga: Duh, Jerman-Belanda Satu Nasib: Gugur di Hari yang Sama, di Fase yang Sama, Lewat Drama yang Sama
Pertemuan krusial dengan sang investor, Vinod Srinivas, ini secara khusus membedah peluang emas kerja sama bisnis pada pengolahan minyak nilam dan kelapa.
Kedua komoditas perkebunan tersebut dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan dan menjadi buruan utama di pasar ekspor internasional.
Dalam dialog itu, Sugondo menyatakan dukungannya secara terbuka atas ketertarikan pihak asing dalam membangun industri hilir, terutama pengolahan tanaman nilam.
Baca juga: Catat Baik-baik! Kawasan Menara Limboto Bebas Biaya Parkir dan Pungli
"Kami menyambut baik kerja sama ini. Hilirisasi nilam menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat," ujarnya.
Tak hanya fokus pada minyak atsiri nilam, pihak investor juga berkomitmen penuh untuk menyerap pasokan kelapa dalam jumlah besar dari para petani lokal.
Sinergi ini diproyeksikan mampu merangsang lahirnya berbagai peluang usaha penunjang dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi makro di Gorontalo.
Baca juga: Panduan Lengkap Berkunjung ke Wisata Hiu Paus Botubarani Gorontalo
Guna memuluskan rencana tersebut, pemerintah daerah berjanji akan menjamin kemudahan perizinan serta menjaga iklim investasi tetap aman dan kondusif.
Di sisi lain, Vinod Srinivas mengakui bahwa kualitas tanaman nilam dan buah kelapa hasil panen dari bumi Gorontalo memiliki standar yang sangat tinggi.
Tingginya permintaan global terhadap kedua bahan baku industri kosmetik dan makanan ini membuat pihak swasta merasa sangat optimistis.
"Kami melihat Gorontalo memiliki potensi pertanian yang sangat baik. Nilam dan kelapa memiliki pasar yang besar, sehingga kami optimistis kerja sama ini dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi semua pihak," katanya.
Masuknya modal asing ini diyakini akan menjadi angin segar yang mengubah peta industri pertanian di Kabupaten Gorontalo menjadi lebih modern.
Kini, para petani setempat tidak perlu lagi khawatir dengan serapan pasar karena rantai pasok industri siap menampung hasil bumi mereka secara langsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo