GORONTALO — Selasa, 30 Juni 2026, tampaknya akan dikenang sebagai hari patah hati bagi kekuatan sepak bola Eropa, Jerman dan Belanda.
Dua raksasa Benua Biru itu, harus menelan pil pahit yang identik di Piala Dunia 2026.
Keduanya secara mengejutkan tersingkir pada hari yang sama, di fase babak 32 besar yang sama, dan sama-sama hancur melalui drama adu penalti.
Baca juga: Kai Havertz di Piala Dunia 2026: From Hero to Zero
Jika Jerman harus meratapi runtuhnya rekor mental baja mereka di tangan Paraguay, beberapa waktu kemudian giliran Belanda yang dipaksa menangis.
Langkah Belanda dijegal oleh wakil Afrika, Maroko, di Boston, Amerika Serikat, lewat babak tos-tosan dengan skor 2-3 setelah bermain ketat 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Pertempuran di Boston sebenarnya berjalan di bawah kendali penuh armada Belanda sejak peluit pertama dibunyikan.
Baca juga: Ruang Ganti Jerman Suram, Julian Nagelsmann Blak-blakan Usai Timnya Tuai Hasil Minor di Foxborough
Mengandalkan sirkulasi bola yang cepat, Belanda mengurung lini belakang Maroko, meski sulit mencetak gol.
Setelah tertekan di awal, Maroko mulai memberi perlawanan setelah laga memasuki menit ke-20.
Skuad Afrika ini bahkan sempat menebar ancaman serius lewat aksi Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi.
Baca juga: Rekor 4 Dekade Lebih Raja Penalti Piala Dunia Milik Jerman Ambyar di Tangan Paraguay
Namun kesigapan penjaga gawang Belanda membuat babak pertama berakhir kacamata.
Memasuki babak kedua, tensi permainan semakin tinggi, dan kendali pertandingan ada di tangan Maroko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber