GORONTALO – Menjelang perhelatan akbar Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) pada Juni 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memacu kesiapan infrastruktur.
Sebagai tuan rumah, Pemkab Gorontalo berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi ribuan tamu yang akan datang dari seluruh penjuru tanah air.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, didampingi Kepala Dinas Pertanian Darwan Usman, memaparkan kemajuan persiapan tersebut dalam sebuah dialog di stasiun televisi lokal.
Baca juga: Gorontalo Masuk Daftar 10 Provinsi dengan Standar Rumah Paling Layak Tahun 2025
Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperketat guna memastikan sarana prasarana rampung tepat waktu.
Fokus pada Akomodasi dan Perluasan Lahan Teknologi
Salah satu poin krusial dalam persiapan ini adalah ketersediaan tempat tinggal bagi para peserta.
Tim khusus telah diterjunkan untuk memastikan standar kelayakan hunian penduduk yang akan dijadikan tempat menginap selama acara berlangsung.
Baca juga: Muhammadiyah Jadi Ormas Islam dengan Fakultas Kedokteran Terbanyak
“Hari ini kita sudah melakukan verifikasi rumah-rumah yang akan dijadikan homestay, sekaligus memastikan kesiapan fasilitasnya,” ujar Sofyan Puhi.
Selain akomodasi, area Gelar Teknologi yang menjadi jantung inovasi dalam PENAS juga mendapatkan perhatian serius.
Luas lahan yang semula direncanakan 7,5 hektare kini telah diekspansi menjadi 8,5 hektare untuk menampung lebih banyak demonstrasi teknologi pertanian terbaru.
Baca juga: Status PPPK Paruh Waktu Menggantung, Gubernur Gorontalo: Jangan Galau, Kami Cari Solusi
“Penambahan area ini sudah diselesaikan dan siap digunakan untuk mendukung kegiatan gelar teknologi,” jelas Bupati.
Optimasi Expo dan Panggung bagi UMKM Lokal
Sektor pameran atau Expo KTNA juga tidak luput dari pematangan.
Mengingat tingginya minat peserta luar daerah untuk memamerkan ciri khas masing-masing, Pemkab Gorontalo menjalin kolaborasi dengan Bank Indonesia untuk menambah ketersediaan booth pameran.
“Kita akan menambah booth resmi karena kebutuhan cukup banyak, terutama peserta dari luar daerah yang akan menampilkan ciri khas masing-masing,” ungkapnya.
Menariknya, persiapan ini juga didesain untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
Sofyan memastikan adanya booth khusus bagi pelaku UMKM daerah agar produk-produk unggulan Gorontalo bisa dikenal secara nasional.
“Kita utamakan UMKM lokal, dan proses pendaftarannya melalui panitia kabupaten yang nantinya akan dikoordinasikan bersama Bank Indonesia,” tambah Sofyan.
Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk menonjolkan kekayaan kuliner khas sebagai daya tarik wisata bagi para tamu.
“Produk seperti pisang goreng, kopi Gorontalo, dan makanan khas lainnya harus ditampilkan sebagai identitas daerah,” tandasnya optimis.
Dengan progres persiapan yang terus menunjukkan tren positif, Kabupaten Gorontalo siap menyambut kesuksesan gelaran PENAS 2026 sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui sektor pertanian dan pariwisata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo