GORONTALO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam memperkuat jaring pengaman sosial kembali diwujudkan.
Melalui kolaborasi strategis dengan Sentra Tumou Tou Manado, Pemkab Gorontalo menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi ratusan warga yang masuk dalam kategori kelompok rentan.
Agenda penyaluran bantuan tersebut dipusatkan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo pada Kamis (23/04/2026).
Baca juga: Daftar Juara Piala Asia U-17: Tiga Eks Penguasa Benua Kuning Kepung Indonesia di Edisi 2026
Prosesi penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, dengan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, serta jajaran terkait lainnya.
Distribusi Tepat Sasaran di 15 Kecamatan
Sebanyak 133 penerima manfaat yang tersebar di 15 kecamatan menjadi target penyaluran tahap ini.
Berdasarkan data Dinas Sosial, para penerima terdiri dari 26 anak, 29 lansia, 35 penyandang disabilitas, dan 43 orang dari kelompok rentan lainnya.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2026: Masuk Grup Neraka, Lawan Para Eks Jawara
Adapun paket bantuan yang diberikan sangat beragam, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing klaster, di antaranya:
Alat Bantu Mobilitas: Kursi roda, kruk aksila, dan tongkat kaki tiga.
Kebutuhan Dasar: Paket sembako, perlengkapan sekolah, dan sarana kamar tidur.
Baca juga: 17 Kasus Kematian Ibu Terjadi di Gorontalo per April 2026
Pemberdayaan: Dukungan modal kewirausahaan untuk kemandirian ekonomi.
Sofyan Puhi dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi kepada Sentra Tumou Tou Manado atas sinergi yang terjalin.
“Program ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Validasi Data Berbasis Digital
Efektivitas penyaluran bantuan ini tidak lepas dari proses verifikasi yang ketat.
Perwakilan Sentra Tumou Tou Manado, Zultamin Tudjaena, memaparkan bahwa dari 377 data usulan awal, sebanyak 133 orang dinyatakan lolos verifikasi sesuai Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Penyaluran ini melibatkan dua mekanisme, yakni bantuan dalam bentuk barang dan bantuan tunai yang dikerjasamakan dengan PT Pos Indonesia.
Total anggaran yang digelontorkan dalam program ini mencapai Rp231.636.007.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Gorontalo, Mukthar Nuna, menjelaskan bahwa pihaknya mendukung penuh transparansi data melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang berbasis Identitas Kependudukan Digital (IKD).
"Langkah ini diambil untuk menjamin akurasi data agar bantuan tidak salah sasaran," katanya.
Harapan untuk Peningkatan Kesejahteraan
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Afriyani Katili, berharap penyaluran rutin ini dapat terus berkembang di masa depan.
“Kami berharap ke depan masih ada tambahan kuota penerima manfaat pada tahun 2026,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo