GORONTALO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Gorontalo menanggapi serius lonjakan harga beras yang tengah dirasakan masyarakat.
Kepala Disperindag Kota Gorontalo, Hartono, mengatakan bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di wilayahnya, tapi juga merupakan tren secara nasional.
Apa Penyebabnya?
Menurut Hartono, salah satu faktor utama yang memicu kenaikan harga beras adalah terhambatnya distribusi dari penyedia nasional ke berbagai daerah.
Baca juga: Ketua Pansus Sawit Gorontalo Polisikan Humas PT Palma Group atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Kota Gorontalo pun turut terdampak akibat kondisi ini.
“Saat ini beras yang beredar didominasi beras lokal, beras premium dari nasional belum teredar di Gorontalo,” kata Hartono.
Penyaluran Bantuan dan Operasi Pasar
Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo bersama Bulog telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Baca juga: Pria di Gorontalo Gadaikan Mobil Polisi Pakai Identitas Palsu
Program bantuan pangan ke tingkat kelurahan dan distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) akan segera dijalankan untuk menahan laju kenaikan harga di pasar.
“Kami juga akan melaksanakan operasi pasar untuk mengawasi penyalurannya,” tutur Hartono.
Pedagang Harus Jujur
Hartono berharap agar bantuan yang diberikan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Baca juga: Niat Ambil Sepatu, Pria di Gorontalo Malah Bawa Kabur Mobil
Ia juga mengingatkan para pedagang untuk tetap menjaga kejujuran dalam berdagang.
“Kami meminta pedagang tidak melakukan praktik curang, pengoplosan beras yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Pemkot Gorontalo berharap kondisi harga beras bisa kembali stabil dan tidak membebani masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan