Hidden Gems! 3 Pulau di Gorontalo yang Wajib Kamu Kunjungi untuk Rayakan Libur Akhir Tahun
GORONTALO – Libur akhir tahun sudah di depan mata. Jika bosan dengan hiruk-pikuk destinasi mainstream dan ingin mencari pelarian ke tempat yang tenang, tapi memanjakan mata, Gorontalo Utara adalah jawabannya.
Kawasan ini menyimpan deretan "mutiara" tersembunyi yang menawarkan lanskap bahari tak kalah eksotis dari tempat populer lainnya.
Mulai dari sensasi berjalan di tengah laut hingga mendaki bukit ilalang yang fotogenik, berikut adalah tiga rekomendasi pulau di Gorontalo Utara yang wajib masuk dalam list liburan Anda.
Baca juga: 9 Tipe Karyawan 'Toxic' Paling Dibenci di Kantor, Pastikan Bukan Anda
1. Lito Bogisa: Sensasi Membelah Lautan
Jika Anda pernah bermimpi berjalan di atas air, Pulau Bogisa atau Lito Bogisa adalah tempat impian itu menjadi nyata.
Terletak di Kecamatan Kwandang, pulau ini menawarkan fenomena alam yang unik berupa pasir timbul yang memanjang hingga sekitar 450 meter menjorok ke laut lepas.
Saat air surut, hamparan pasir putih ini seolah membelah birunya lautan, menciptakan jalan setapak alami yang magis.
Baca juga: Bocoran Libur Tahun 2026: Ada Libur Seminggu Full di Bulan Maret, Waktunya Susun Rencana Liburan
Ombak di sini relatif tenang dengan air yang sangat jernih, sehingga bisa melihat dasar laut bahkan tanpa perlu menyelam dalam-dalam.
Karena belum banyak tersentuh pembangunan masif, Bogisa sangat cocok bagi Anda yang mendambakan suasana privat.
Hanya butuh waktu sekitar 45 menit hingga satu jam menggunakan perahu ketinting dari Pelabuhan Kwandang untuk sampai ke surga kecil ini.
Baca juga: Warna Rambut Baru di Tahun Baru? Simak Dulu 6 Rambu Penting dari BPOM Ini!
2. Lito Lampu: Romantisme Sejarah dan Panorama Ketinggian
Bergeser sedikit ke kawasan Ponelo, ada Pulau Lampu yang menawarkan perpaduan sempurna antara wisata bahari dan napak tilas sejarah.
Nama "Lampu" sendiri diambil dari keberadaan sebuah mercusuar peninggalan zaman kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh dan berfungsi hingga kini.
Dahulu, pulau ini dikenal sebagai Pulau Hulawa (Emas), tapi kehadiran menara suar tersebut mengubah identitasnya menjadi ikonik.
Baca juga: Tidak Ada PHK Massal, Nasib 329 Guru Non-Database di Gorontalo Terselamatkan
Daya tarik utama di sini bukan hanya pasir putihnya yang lembut, melainkan pengalaman menaiki mercusuar tersebut.
Dari puncaknya, kita akan disuguhi panorama 360 derajat yang menakjubkan; gradasi air laut yang memukau dan gugusan pulau-pulau lain, seperti Pulau Saronde, terlihat jelas dari kejauhan.
Konon, di perairan sekitar pulau ini juga terdapat bangkai pesawat sisa perang dunia yang menjadi saksi bisu sejarah, menambah aura misterius sekaligus eksotis pulau ini.
3. Lito Diyonumo: Lukisan Alam yang Hidup
Bagi pecinta fotografi dan camping, Pulau Diyonumo di Desa Deme, Kecamatan Sumalata, adalah kanvas alam yang sempurna.
Berbeda dengan pulau karang pada umumnya, Diyonumo memiliki kontur berbukit yang diselimuti padang ilalang hijau yang rimbun.
Pemandangan di sini sering digambarkan seperti lukisan hidup. Kita bisa mendaki bukit-bukit kecilnya untuk mendapatkan spot foto terbaik dengan latar belakang ilalang yang menari ditiup angin dan hamparan laut biru di bawahnya.
Aksesnya pun cukup mudah, hanya perlu menyeberang sekitar 15 menit dengan perahu nelayan dari desa terdekat.
Ketiga pulau ini membuktikan bahwa Gorontalo Utara adalah destinasi bahari kelas dunia yang layak diperhitungkan.
Jadi, sudah siap mengemas koper dan menutup tahun ini dengan petualangan tropis yang tak terlupakan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber