Seni bela diri khas Gorontalo, Langga (Pariwisataindonesia.id)
GORONTALO — Seni bela diri tradisional khas Provinsi Gorontalo yang diwariskan sejak masa lampau dikenal dengan nama Langga.
Nama bela diri ini berakar dari istilah bahasa lokal helangga-langgawa yang bermakna gerak-gerik.
Berbeda dengan Longgo yang memakai senjata, Langga murni mengandalkan teknik pertahanan dengan tangan kosong.
Baca juga: Sekda Kabgor: Festival Budaya Jaton Layak Masuk Kalender Event Provinsi
Setiap jurus dalam Langga sangat unik karena mengadaptasi gerakan aktivitas harian masyarakat agraris.
Tujuan utama dari seni bela diri ini bukan untuk membunuh, melainkan hanya melumpuhkan lawan demi mempertahankan diri.
Masyarakat setempat meyakini Langga pertama kali diperkenalkan oleh ulama penyebar Islam berjuluk Ju Panggola.
Baca juga: Resep Nasi Kuning Khas Gorontalo yang Mudah dan Enak
Sosok suci tersebut juga dikenal dengan nama Ilato (kilat) yang memiliki kesaktian berpindah tempat secepat kilat.
Kisah legenda menyebutkan bahwa Ju Panggola menurunkan keahlian bela diri ini secara spiritual lewat tetesan cairan ke mata muridnya.
Makam sang ulama yang wafat pada abad ke-14 kini berada di Kelurahan Dembe dan dikeramatkan oleh warga.
Baca juga: Aduan ke Meja Ombudsman Gorontalo Turun Signifikan Selama Juni 2026
Memasuki abad ke-16, penguasaan teknik Langga menjadi simbol status sosial yang sangat dihormati di lingkungan kerajaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pariwisata Indonesia