Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 28 MEI 2026 • 13:21 WIB

Kolesterol Melonjak Pasca-Iduladha? Kenali Gejala dan Cara Mengantisipasinya

Kolesterol Melonjak Pasca-Iduladha? Kenali Gejala dan Cara MengantisipasinyaCiri-ciei kolesterol naik usai iduladha dan cara mengatasinya (Istimewa)

GORONTALO — Momen Hari Raya Iduladha selalu lekat dengan tradisi menyantap hidangan berbahan dasar daging kurban bersama keluarga.

Aneka olahan menggugah selera seperti sate, gulai, tongseng, hingga rendang biasanya tersaji di meja makan dan dikonsumsi dalam porsi yang lebih besar dari hari-hari biasa. 

Namun, di balik kelezatan menu-menu tersebut, Anda perlu mengontrol diri dan tetap waspada terhadap ancaman lonjakan kadar kolesterol dalam darah akibat konsumsi lemak jenuh secara berlebihan.

Baca juga: Mengenal Karakter Highly Sensitive Child: Ciri-Ciri Anak yang Sangat Perasa

Berdasarkan data medis dari Mayo Clinic dan NHS, kondisi kolesterol tinggi dipicu oleh menumpuknya zat lemak yang terlalu banyak di dalam aliran darah. 

Penumpukan ini lambat laun dapat membentuk sumbatan di pembuluh darah. 

Sifatnya yang sering kali tidak memunculkan gejala awal yang khas membuat kondisi ini kerap diabaikan, padahal jika dibiarkan tanpa penanganan, risikonya bisa memicu serangan jantung hingga stroke.

Baca juga: Resep Sate Balanga Khas Gorontalo: Kuliner Daging Rempah Tanpa Tusuk yang Menggoda Selera

Mengapa Risiko Kolesterol Meningkat Setelah Iduladha?

Pada dasarnya, kolesterol merupakan senyawa lemak alami di dalam darah yang memiliki fungsi penting untuk mendukung pembentukan sel-sel sehat di dalam tubuh. 

Masalah baru akan muncul apabila jumlahnya melebihi batas normal, di mana zat lemak tersebut akan mengendap dan membentuk plak yang menyempitkan jalur aliran darah.

Sajian khas Iduladha dominan menggunakan daging merah, seperti sapi dan kambing, yang secara alami menyimpan kandungan lemak jenuh yang tinggi. 

Baca juga: Kabupaten Gorontalo Sabet Opini WTP 16 Kali Beruntun, Jadi Torehan Perdana Duet Sofyan-Tonny

Risiko ini akan semakin berlipat ganda jika daging diolah menggunakan santan kental, digoreng dengan minyak berlebih, atau disajikan bersama makanan pendamping yang manis.

Menurut ulasan dari Harvard Health Publishing, kelompok makanan seperti daging merah, hidangan yang digoreng, daging olahan, serta camilan panggangan (baked goods) merupakan stimulan utama yang dapat mendongkrak kadar kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL) di dalam tubuh. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Haibunda

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kolesterol Melonjak Pasca-Iduladha? Kenali Gejala dan Cara Mengantisipasinya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!