Mengenal ciri-ciri anak perasa (Istimewa)
GORONTALO — Setiap anak terlahir dengan keunikan dan karakternya masing-masing.
Di antara berbagai tipe kepribadian, ada sebagian anak yang memiliki kepekaan emosional dan sensorik yang jauh lebih tinggi dibandingkan anak-anak seusianya.
Dalam dunia psikologi parenting, kondisi ini sering disebut sebagai Highly Sensitive Child (HSC) atau anak yang sangat perasa.
Baca juga: Resep Sate Balanga Khas Gorontalo: Kuliner Daging Rempah Tanpa Tusuk yang Menggoda Selera
Menghadapi anak yang sangat perasa tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Mereka bukanlah anak yang cengeng atau lemah, melainkan anak yang memiliki sistem saraf yang lebih peka dalam menyerap, memproses, dan merasakan stimulasi dari lingkungan sekitarnya.
Untuk membantu para orang tua mengenali dan memahami buah hatinya secara lebih mendalam, berikut adalah beberapa ciri utama anak yang memiliki kepribadian sangat perasa:
Baca juga: Kabupaten Gorontalo Sabet Opini WTP 16 Kali Beruntun, Jadi Torehan Perdana Duet Sofyan-Tonny
Anak yang perasa memiliki radar emosi yang luar biasa tajam.
Mereka tidak hanya mampu merasakan emosi diri sendiri, tetapi juga sangat mudah menangkap perubahan suasana hati orang-orang di sekitarnya, termasuk orang tua, teman, bahkan karakter dalam buku cerita atau film.
Mereka bisa ikut merasa sedih mendalam saat melihat orang lain menangis atau merasa cemas ketika situasi rumah sedang tegang.
Baca juga: Dua Pemain Diaspora Australia Siap Rampungkan Proses Naturalisasi untuk Bela Timnas Indonesi
Kepekaan anak HSC tidak melulu soal perasaan, tetapi juga melibatkan pancaindra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Haibunda