Ilustrasi walking tour di Gorontalo. (Foto dihasilkan AI)
GORONTALO - Bagi kamu, Gorontalo mungkin lebih dikenal dengan keindahan lautnya, seperti hiu paus di Botubarani atau eksotisme Pulau Cinta. Namun, jika kamu ingin merasakan denyut nadi kehidupan lokal dan menyelami sejarahnya yang kaya, ada satu cara terbaik yang wajib dicoba Walking Tour (Wisata Berjalan Kaki).
Menjelajahi jantung kota Gorontalo dengan berjalan kaki memberikan pengalaman yang intim. Kamu bisa melihat lebih dekat arsitektur kolonial yang pudar dimakan zaman, menyapa warga lokal yang ramah, dan mendapati aroma kuliner khas yang menyeruak dari gang-gang kecil.
Berikut adalah panduan rute walking tour terbaik di Gorontalo yang merangkum sejarah, budaya, dan kelezatan kuliner dalam satu jalur langkah kaki.
Untuk menghindari teriknya matahari Gorontalo, perjalanan paling ideal dimulai pada pukul 06.00 WITA. Jalur sepanjang kurang lebih 3 kilometer ini akan membawa kamu melintasi lini masa Gorontalo dari masa ke masa.
Mulailah perjalanan kamu dari Bantayo Poboide. Dalam bahasa lokal, nama ini berarti "Rumah Tempat Bermusyawarah". Bangunan berbentuk rumah panggung kayu megah ini berdiri kokoh tanpa menggunakan paku silang. Di sini, kamu bisa mengagumi ukiran khas Gorontalo dan belajar tentang filosofi adat masyarakatnya yang terkenal sangat memegang teguh syariat.
Dari Bantayo Poboide, langkahkan kaki menuju kawasan Ipilo dan sekitarnya. Ini adalah pusat administratif Gorontalo di era kolonial Belanda. Di kanan dan kiri jalan, kamu akan disuguhi deretan rumah dinas dan gedung tua berarsitektur art deco. Jendela-jendela kayu berukuran besar dan pilar-pilar beton khas Eropa menjadi latar belakang yang sangat estetis untuk berfoto.
Berjalanlah terus menuju pusat kota hingga kamu menemui alun-alun terbuka hijau yang luas bernama Lapangan Taruna Remaja. Tepat di bagian depannya, berdiri megah Patung Nani Wartabone.
Tahukah kamu? Nani Wartabone adalah pahlawan nasional dari Gorontalo yang memimpin rakyat setempat untuk memproklamasikan kemerdekaan Gorontalo dari penjajah pada 23 Januari 1942. Hebatnya, momen bersejarah ini terjadi tiga tahun lebih awal sebelum Ir. Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia!
Baca juga: Ini Daftar Alamat Kantor PLN Gorontalo dan Nomor Pengaduannya saat Mati Lampu
Langkah kaki kamu akan bermuara di Kawasan Pasar Tua. Tempat ini adalah simbol keharmonisan Gorontalo, di mana komunitas Arab (Kampung Arab) dan Tionghoa (Pecinan) hidup berdampingan sejak ratusan tahun lalu. Kamu bisa melihat Kelenteng Tulus Itikit yang bersejarah tak jauh dari pemukiman warga.
Setelah lelah berjalan kaki, Pasar Tua adalah tempat terbaik untuk "mengisi ulang" energi kamu dengan kuliner otentik:
Agar pengalaman berjalan kaki kamu maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
Walking tour di Gorontalo bukan sekadar olahraga jalan kaki, melainkan sebuah perjalanan budaya yang akan membuat kamu jatuh cinta pada kehangatan dan sejarah kota ini. Selamat melangkah!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gorontaloprov.go.id