GORONTALO — Provinsi Gorontalo tidak hanya menawarkan panorama alam yang memukau, tetapi juga menyimpan harta karun kuliner khas yang sarat akan makna.
Setiap suapan kukiner khas daerah berjuluk Serambi Madinah ini bercerita tentang sejarah panjang, pengaruh budaya asing, hingga filosofi kehidupan yang mendalam.
Bagi Anda pelancong rasa, berikut adalah deretan kuliner khas Gorontalo yang wajib masuk dalam daftar buruan Anda.
Baca juga: Dumalo: Kuliner Khas Gorontalo Sajian Ikonik di Meja Tamu saat Lebaran di Gorontalo
Makanan satu ini sering disebut sebagai "Milu Siram", makanan ini adalah ikon kuliner Gorontalo.
Berbahan dasar jagung pulut (binde pulu), hidangan ini disajikan dengan kuah kaldu ikan yang segar, suwiran tongkol bakar, dan taburan kelapa parut.
Perasan jeruk nipis dan irisan daun bawang memberikan aroma yang menggugah selera.
Baca juga: Mengenali Topeng Empati: 5 Tanda Seseorang Hanya Pura-pura Peduli Padamu
Di balik kesegarannya, Binte Biluhuta mencerminkan pemanfaatan hasil bumi lokal yang melimpah.
Bukan sekadar camilan berbahan sagu dan jeroan ayam, Ilabulo memiliki nilai sejarah yang sakral.
Konon, makanan ini tercipta sebagai simbol rekonsiliasi antara Kerajaan Limutu dan Kerajaan Holunthalangi yang sempat bertikai.
Baca juga: Update BMKG: Prakiraan Cuaca Gorontalo dan Wilayah Indonesia 19-22 Januari 2026
Teksturnya yang kenyal dengan aroma daun pisang bakar melambangkan persatuan dan harmoni masyarakat Gorontalo hingga saat ini.
Masuknya Islam melalui pedagang Arab membawa pengaruh besar pada rempah-rempah di Gorontalo. Ayam Iloni adalah bukti nyatanya.
Berbeda dengan ayam bakar biasa, Ayam Iloni dimasak dengan bumbu rempah yang kaya dan santan kental sebelum dipanggang.
Hasilnya? Rasa gurih pedas yang meresap hingga ke tulang, mencerminkan identitas religius masyarakatnya yang kuat.
Tili’aya adalah kudapan manis berbahan telur bebek, gula merah, dan santan yang dikukus.
Dalam budaya Gorontalo, makanan ini adalah syarat wajib dalam setiap acara adat, syukuran, hingga sajian khusus di malam-malam Ramadan.
Teksturnya yang lembut mirip srikaya merupakan simbol kelembutan hati dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Jika Anda pencinta ikan, Bilenthango adalah pilihan wajib. Ikan mujair atau nila dibelah melebar, diberi bumbu rempah di atasnya, lalu digoreng.
Uniknya, penggorengan dilakukan di atas alas daun pisang. Teknik ini bertujuan untuk menjaga agar ikan tidak gosong namun tetap matang sempurna dengan aroma harum daun yang meresap.
Karena letaknya yang berada di tepian laut, Gorontalo unggul dengan hasil lautnya. Sate Tuna menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan sate daging biasa. Tekstur daging ikan tuna yang lembut dan segar dibakar dengan bumbu minimalis namun kaya rasa, menjadikannya primadona bagi para wisatawan.
Sebagai penutup, jangan lewatkan Kue Karawo. Terinspirasi dari seni sulam tradisional khas Gorontalo, kue kering ini memiliki motif bunga yang dilukis tangan menggunakan gula dan putih telur.
Selain enak, kue ini adalah karya seni yang mencerminkan ketelatenan perempuan Gorontalo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber