Suasana malam di Limboto Coffe Street, Kabupaten Gorontalo (Indozone Gorontalo)
GORONTALO – Wajah malam di pusat Kabupaten Gorontalo kini punya warna baru yang jauh lebih energetik.
Terletak strategis di Kelurahan Kayubulan, Limboto Coffee Street muncul sebagai destinasi favorit yang berhasil mengawinkan gaya hidup modern dengan napas sejarah yang kental.
Kawasan ini bukan sekadar deretan kedai kopi pinggir jalan, melainkan sebuah ruang publik yang hidup di antara dua simbol besar: Kantor Bupati Gorontalo yang megah dan Rumah Adat Bandayo Poboide yang sakral.
Baca juga: Masjid Hunto Sultan Amay: Mahar Cinta dan Jejak Awal Cahaya Islam di Bumi Gorontalo
Setiap malam, khususnya saat memasuki pertengahan pekan, kawasan ini menjelma menjadi panggung kreativitas.
Salah satu daya tarik yang paling menyedot perhatian adalah penampilan live DJ.
Alunan musiknya menciptakan suasana meriah, menarik pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga keluarga, untuk melepas penat di ruang terbuka.
Baca juga: 5 Tradisi Menyambut Ramadan di Gorontalo: Dari Ritual Doa hingga Aroma Rempah Langgilo
Suasana semakin ikonik dengan pendar cahaya dari Menara Keagungan Limboto yang memayungi kawasan ini.
Di bawah temaram lampu kota, para peracik kopi (barista) dari berbagai tenant lokal tampak sibuk menyajikan seduhan terbaik mereka langsung di lokasi, memberikan pengalaman kuliner yang autentik bagi para pelancong.
Di balik kemeriahan hiburannya, Limboto Coffee Street adalah motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Baca juga: 5 Kalimat yang Menunjukkan Ketenangan Batin Seseorang
Kawasan ini telah menjadi rumah bagi puluham pelaku UMKM yang menyajikan beragam produk kuliner dan kreatif.
Tingginya kunjungan masyarakat membuat kawasan ini menjadi lahan basah bagi pertumbuhan produk lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan