Tari Tidi Lo Polopalo penyambut tamu besar di Gorontalo (Infopublik)
GORONTALO — Provinsi Gorontalo merupakan rumah bagi ribuan tahun adat yang terjaga. Salah satu pusaka yang paling ikonik adalah Tari Tidi Lo Polopalo.
Tarian ini bukan sekadar gerak tubuh, melainkan sebuah narasi agung yang bahkan pernah mengiringi langkah Presiden Soekarno saat kunjungan bersejarahnya ke Gorontalo pada November 1951.
Meskipun kala itu kedatangan Bung Karno diwarnai tensi politik dan protes massa, tradisi penyambutan melalui tarian klasik ini tetap menjadi simbol penghormatan tertinggi dari rakyat Gorontalo.
Baca juga: Kuliner Khas Gorontalo yang Wajib Dicoba: Dari Akulturasi Arab hingga Simbol Perdamaian
Tari Tidi lo Polopalo memang dimainkan untuk menyambut tamu-tamu besar. Berikut adalah 5 filosofi mendalam di balik Tari Tidi Lo Polopalo.
Lahir sejak era Raja Eyato (1672), Tidi Lo Polopalo awalnya adalah tarian eksklusif bagi kalangan bangsawan dan putri keraton. Tidi sendiri berarti tari.
Karena sifatnya yang klasik dan sarat akan pesan moral, setiap elemennya, mulai dari busana hingga syair, bersifat baku.
Baca juga: Dumalo: Kuliner Khas Gorontalo Sajian Ikonik di Meja Tamu saat Lebaran di Gorontalo
Mengubah gerakannya berarti merusak pesan suci yang dititipkan leluhur.
Nama tarian ini diambil dari alat musiknya, Polopalo. Terbuat dari bambu atau pelepah rumbia, alat musik ini dimainkan dengan cara digetarkan.
Secara filosofis, Polopalo adalah simbol penangkis. Getarannya bermakna sebagai doa agar sang pengantin perempuan mampu menangkis segala godaan dan rintangan dalam rumah tangga.
Baca juga: Mengenali Topeng Empati: 5 Tanda Seseorang Hanya Pura-pura Peduli Padamu
Dalam tarian ini, terdapat properti bernama Ladenga yang berbentuk segi empat. Bentuk ini melambangkan kesiapan seorang istri untuk membangun dan melindungi rumah tangga dari segala arah (empat penjuru mata angin).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber