GORONTALO — Bagi masyarakat Provinsi Gorontalo, bulan Ramadan bukan hanya tentang ibadah dan takjil buka puasa, tetapi juga tentang persiapan menyambut tamu di hari raya.
Salah satu suguhan yang tak boleh absen dari meja tamu saat Lebaran adalah Kue Dumalo, kuliner khas Gorontalo.
Meskipun baru akan disajikan saat Idulfitri, perburuan kue tradisional ini sudah dimulai sejak awal Ramadan.
Baca juga: Mengenali Topeng Empati: 5 Tanda Seseorang Hanya Pura-pura Peduli Padamu
Para pembuat kue Dumalo biasanya sudah menerima pesanan dalam jumlah besar jauh hari sebelum puasa dimulai, demi memastikan stok tersedia untuk menjamu kerabat dan tetangga di hari kemenangan.
Dumalo memiliki tempat istimewa sebagai hidangan tamu karena karakteristiknya yang unik.
Rasanya yang dominan manis, renyah, dan gurih menjadikannya teman yang sempurna untuk berbincang saat silaturahmi.
Baca juga: Update BMKG: Prakiraan Cuaca Gorontalo dan Wilayah Indonesia 19-22 Januari 2026
Keunggulan utama Dumalo adalah daya tahannya. Karena digoreng hingga garing dan kering, kue ini bisa disimpan dalam toples rapat dalam jangka waktu yang lama tanpa kehilangan kerenyahannya.
Inilah alasan mengapa warga rela memesannya jauh-jauh hari sebagai stok utama camilan Idulfitri.
Keunikan Dumalo yang paling menonjol terletak pada teknik pembuatannya yang masih sangat tradisional.
Baca juga: Mapan Dulu Baru Pelaminan, Ini Sederet Alasan Mengapa Publik RI Kini Ragu Menikah
Tidak menggunakan cetakan pabrik, kue ini lahir dari kreativitas menggunakan batok kelapa (tempurung).
Cetakan Alami: Batok kelapa dilubangi kecil-kecil pada bagian dasarnya (disarankan minimal 13 lubang untuk menghasilkan pola jaring yang unik).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber