Selasa, 30 JUNI 2026 • 17:24 WIB

Denyut Ekonomi Malam Kota Gorontalo Meledak, Konsep Street UMKM Tembus Miliaran Rupiah

Author

Warga memadati lokasi street food jilid 2 Kota Gorontalo (Humas Pemkot Gorontalo)

GORONTALO — Lonjakan aktivitas ekonomi malam di Kota Gorontalo mencatatkan pertumbuhan yang sangat fantastis hanya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan.

Pemerintah Kota Gorontalo kini langsung bergerak cepat merancang pusat kuliner malam keempat di sepanjang Jalan Kasuari akibat dipicu oleh nilai transaksi yang terus meroket tajam.

Sejak digulirkan pertama kali pada Mei lalu, program strategis pro-rakyat ini terus memperlihatkan tren peningkatan omzet yang sangat konsisten.

Baca juga: Investasi Hilirisasi Nilam Masuk Gorontalo, Siap Borong Hasil Tani dan Serap Lapangan Kerja

Pada peluncuran perdana di sepanjang Jalan Nani Wartabone, perputaran uang dari area Rumah Dinas Gubernur hingga McDonald's sukses menembus angka Rp452.813.500.

Kejutan besar kemudian terjadi pada pelaksanaan jilid kedua yang dipusatkan di sekitar Rumah Adat Dulohupa hingga SMP Negeri 7 Kota Gorontalo.

Walau menggunakan bentangan jalan yang jauh lebih pendek, perolehan omzetnya justru melonjak hingga Rp495.897.752 hanya dalam tempo empat hari pertama.

Baca juga: Catat Baik-baik! Kawasan Menara Limboto Bebas Biaya Parkir dan Pungli

Daya beli masyarakat lokal yang sangat tinggi membuat akumulasi transaksi di titik kedua ini sukses menyentuh angka Rp1.011.786.752 hingga Sabtu (27/6/2026).

Di sisi lain, proyeksi jilid ketiga yang bertempat di kawasan Kota Tua juga mulai berhasil menyuntikkan energi ekonomi baru di wilayah bersejarah tersebut.

Tercatat sebanyak 124 pedagang kreatif langsung memadati lokasi pembukaan, didukung penuh oleh toko-toko sekitar yang ikut memperpanjang jam operasional malam mereka.

Baca juga: Panduan Lengkap Berkunjung ke Wisata Hiu Paus Botubarani Gorontalo

Fenomena positif ini menjadi bukti konkret bahwa penataan pasar kaget ini mampu menular menjadi motor penggerak bisnis bagi lingkungan di sekitarnya.

Melihat animo publik yang begitu masif, pemerintah daerah langsung mematangkan persiapan Jalan Kasuari sebagai lokasi ekspansi zona ekonomi malam berikutnya.

Kepastian perluasan wilayah program ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, beberapa waktu lalu.

Menurut Adhan, tingginya angka penjualan di lapangan menjadi bukti valid bahwa modal usaha berputar secara instan dan merata di kalangan masyarakat bawah.

"Dari tanggal 6 sampai sekarang, pendapatan masyarakat sudah Rp1 miliar. Itu uang berputar," kata Adhan.

Kini, program penataan pedagang jalanan tersebut menjelma menjadi senjata utama Pemerintah Kota Gorontalo dalam mendongkrak kesejahteraan finansial warganya.

Setiap sudut kota yang disentuh kini tidak sekadar menjadi tempat berjualan biasa, melainkan berubah menjadi pusat keramaian baru yang menghidupkan ekosistem perdagangan malam hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Gorontalo

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU