GORONTALO – Persiapan Kabupaten Gorontalo sebagai pusat perhatian petani dan nelayan se-Indonesia pada ajang PENAS KTNA 2026 semakin intensif.
Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, bersama jajaran panitia tingkat provinsi turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap jengkal lokasi siap menyambut ribuan tamu nasional.
Peninjauan ini menyasar beberapa lokasi strategis yang akan menjadi pusat kegiatan, mulai dari kemegahan Rumah Adat Bandayo Poboide, area GOR David Tonny, hingga hamparan persawahan di sekitarnya yang akan menjadi lokasi percontohan.
Baca juga: ART Bukan Lagi Pekerja Informal: Simak Standar Upah, Cuti, dan Jaminan Sosial dalam UU PPRT Terbaru
Pemondokan Peserta Jadi Atensi Khusus
Tonny menegaskan bahwa kesiapan fisik lokasi kegiatan harus berjalan beriringan dengan kenyamanan para peserta.
Oleh karena itu, penyediaan homestay atau pemondokan menjadi salah satu poin yang dipantau dengan ketat.
“Pemerintah daerah terus mempercepat seluruh persiapan pelaksanaan PENAS, termasuk penyediaan homestay bagi para tamu," kata Tonny, Senin, 27 April 2026.
Baca juga: Seragam Polisi untuk Chris: Cerita di Balik Peringatan Hari Harapan Sedunia
"Ini menjadi perhatian serius agar seluruh peserta dapat terlayani dengan baik,” sambungnya.
Guna memastikan target penginapan terpenuhi, Pemkab Gorontalo mengerahkan kekuatan di tingkat bawah.
Para camat dan kepala desa di lima kecamatan yang ditunjuk sebagai lokasi pemondokan kini tengah melakukan koordinasi maraton bersama penyuluh dan panitia teknis.
Baca juga: Kumpulan Caption dan Ucapan Hari Posyandu Nasional 2026 untuk Medsos
Apresiasi untuk Dukungan Provinsi
Kesuksesan ajang berskala besar seperti PENAS diakui tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah kabupaten.
Tonny secara khusus memberikan apresiasi atas sokongan penuh dari Pemerintah Provinsi Gorontalo yang membantu mempercepat berbagai tahapan persiapan.
“Sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan seluruh pihak terkait menjadi kunci sukses pelaksanaan PENAS 2026,” tambahnya.
Kunjungan lapangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Gorontalo tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga siap secara infrastruktur dan pelayanan.
Pemkab optimistis, gelaran Juni mendatang tidak hanya sukses secara seremonial, tetapi juga menjadi ajang promosi efektif bagi potensi unggulan daerah di mata nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Gorontalo