Sejarah Hari Tari Sedunia dan maknanya (Istimewa)
GORONTALO — Tarian adalah salah satu bentuk ekspresi tertua manusia yang melampaui batasan bahasa dan sekat budaya.
Setiap tahun, tepat pada tanggal 29 April, panggung-panggung dunia bergemuruh merayakan Hari Tari Sedunia.
Namun, pernahkah Anda bertanya mengapa tanggal tersebut dipilih dan apa misi besar di baliknya?
Baca juga: Daftar Peringatan Penting Tanggal 29 April di Indonesia dan Dunia
Penetapan 29 April bukanlah sebuah kebetulan. Tanggal ini dipilih oleh Dewan Tari Internasional (CID-UNESCO) pada tahun 1982 untuk merayakan hari kelahiran Jean-Georges Noverre (1727).
Noverre bukan sekadar penari. Ia adalah sosok visioner yang merevolusi seni tari modern.
Berkat pemikirannya, tari yang awalnya hanya dianggap sebagai hiburan ringan di sela-sela pertunjukan opera, diangkat derajatnya menjadi karya seni yang memiliki narasi kuat, emosi mendalam, dan kemandirian artistik.
Baca juga: Persiapan Matang Pemkab Gorontalo Menuju PENAS KTNA 2026: Fasilitas dan UMKM Jadi Prioritas
Melalui peringatan ini, dunia memberikan penghormatan bagi mereka yang mampu menyuarakan isi hati melalui gerak tubuh.
Hari Tari Sedunia bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan instrumen diplomasi budaya.
Tarian membawa misi perdamaian dan toleransi. Dari dentuman langkah Tari Saman hingga keanggunan balet kontemporer, setiap gerakan adalah jendela untuk memahami sejarah dan identitas sebuah bangsa.
Baca juga: Gorontalo Masuk Daftar 10 Provinsi dengan Standar Rumah Paling Layak Tahun 2025
Di berbagai negara, hari ini dirayakan dengan penuh sukacita.
Mulai dari pementasan di teater megah, workshop interaktif, hingga upaya pemecahan rekor dunia untuk tarian massal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber