Lebaran Ketupat 2026: Tanpa Pacuan Kuda dan Karapan Sapi, tapi Semangat Kebersamaan Tetap Menyala
GORONTALO – Perayaan Lebaran Ketupat tahun 2026 di Provinsi Gorontalo dipastikan mengalami penyesuaian agenda.
Kabar mengenai pembatalan atraksi ikonik pacuan kuda dan karapan sapi di Yosonegoro akhirnya mendapat tanggapan resmi dari pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga, Sultan Kalupe, menegaskan bahwa meski dua agenda besar tersebut absen tahun ini, komitmen pemerintah untuk menghadirkan kemeriahan tradisi bagi masyarakat tidak pernah surut.
Baca juga: Isimu Naik Kelas: Bupati Sofyan Puhi Resmikan Kawasan Kuliner Legal dan Dorong Digitalisasi UMKM
Klarifikasi Terkait Keputusan Fordasi
Menanggapi pernyataan Ketua Fordasi, Zukri Haramain, Sultan Kalupe meluruskan informasi yang beredar agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah publik.
Ia menjelaskan bahwa pihak pemerintah daerah tidak pernah mengeluarkan pembatalan secara resmi, melainkan keputusan tersebut datang dari pertimbangan teknis organisasi Fordasi.
"Kami menghormati keputusan yang diambil oleh Ketua Fordasi, tapi pemerintah tetap hadir untuk memastikan bahwa Lebaran Ketupat tahun ini tetap berlangsung semarak," katanya.
Baca juga: Bupati Sofyan Puhi Sebut Lebaran Ketupat Sebagai Identitas Gorontalo
"Walaupun di tengah situasi penerapan efisiensi anggaran, masih ada banyak kegiatan lain yang bisa dinikmati masyarakat," jelas Sultan Kalupe, Jumat, 27 Maret 2026.
Faktor kesiapan peserta dan standar pelaksanaan lomba menjadi poin utama di balik keputusan teknis yang diambil oleh Fordasi tersebut.
Pesta Rakyat dan Wisata Torosiaje Jadi Andalan
Sebagai gantinya, sederet agenda strategis telah disiapkan agar esensi Lebaran Ketupat tetap terasa hangat. Salah satu pusat perhatian akan dialihkan pada Pesta Rakyat Desa Wisata Torosiaje.
Baca juga: Serba-serbi dan Resep Nasi Bulu, Menu Wajib Setiap Lebaran Ketupat di Gorontalo
Selain itu, masyarakat masih bisa menikmati berbagai festival kuliner ketupat, pertunjukan seni tradisional, hingga berbagai lomba rakyat yang tersebar di beberapa titik strategis.
Strategi ini diambil untuk memastikan perputaran ekonomi kreatif tetap berjalan meski tanpa agenda utama di Yosonegoro.
Partisipasi Masyarakat Adalah Kunci
Sultan Kalupe mengajak seluruh warga untuk tidak berkecil hati dan tetap berpartisipasi aktif dalam rangkaian perayaan yang tersedia.
Menurutnya, ruh dari Lebaran Ketupat adalah nilai ukhuwah dan silaturahmi, bukan sekadar satu atau dua jenis perlombaan.
"Lebaran Ketupat bukan hanya soal satu atau dua agenda, tetapi ini tentang kebersamaan. Kami mendorong seluruh masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam merayakan tradisi ini dengan penuh semangat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Gorontalo