Senin, 27 JULI 2026 • 11:14 WIB

Meme Politik Jadi Senjata Kritis Gen Z dan Milenial di Media Sosial

Author

Gen Z dan milenial lebih suka sampaikan kritik lewat meme (Istimewa)

GORONTALO — Penyampaian kritik terhadap dinamika isu sosial dan politik kini mengalami transformasi besar di era digital.

Masyarakat modern tidak lagi melulu bergantung pada aksi demonstrasi jalanan untuk menyuarakan protes mereka.

Beragam meme kocak dan konten satire kini menjadi amunisi baru yang sangat populer di platform media sosial.

Baca juga: Kominfo Gorontalo Bagi Tips agar Terhindar dari Penipuan Digital

Format komedi visual ini terbukti ampuh menyederhanakan pembahasan topik yang awalnya terasa begitu kaku.

Laporan survei terbaru dari IDN Research Institute membuktikan tingginya minat generasi muda terhadap fenomena ini.

Berdasarkan survei tersebut, kelompok Gen Z dan Milenial memiliki beragam motivasi saat menyebarkan humor tersebut.

Baca juga: Cara Mudah Laporkan Kekerasan Seksual di Sekolah Lewat WhatsApp dan Situs Resmi Kemenag

Keinginan kuat agar pandangannya didengar khalayak luas menjadi motif paling utama bagi kedua generasi ini.

Grafik menunjukkan persentase kelompok Gen Z memimpin motivasi penyampaian pendapat ini dengan angka mencapai 32 persen.

Kalangan Milenial menyusul di urutan selanjutnya dengan mencatatkan angka partisipasi sebesar 26 persen.

Baca juga: Kemenag Bakal Masukkan Materi Edukasi LGBTQ ke dalam Kurikulum Sekolah

Pelepasan beban emosional juga menjadi faktor pendorong yang memicu mereka membagikan konten menggelitik tersebut.

Sebanyak 25 persen responden dari generasi Z mengaku merasa jauh lebih lega setelah menyebarkan meme kritis.

Angka tersebut hanya berselisih sangat tipis dari kelompok Milenial yang tertahan di level 24 persen.

Tren menarik justru terlihat ketika menelusuri motivasi pemuda yang sekadar mencari hiburan semata di dunia maya.

Generasi Milenial ternyata sedikit lebih dominan menjadikan humor politik sebagai ajang bersenang-senang dengan porsi 24 persen.

Sementara itu, kalangan Gen Z yang memilih alasan murni hiburan tersebut hanya menyentuh persentase 22 persen.

Perbedaan karakter ini semakin terlihat jelas pada pemanfaatan komedi sebagai sarana pembentuk kesetiakawanan sosial.

Tercatat ada 22 persen Milenial yang meyakini penyebaran satir mampu membangun rasa solidaritas bersama.

Sebaliknya, dorongan membangun rasa kesetiakawanan pada kelompok Gen Z menempati posisi yang lebih rendah yakni 19 persen.

Sisa responden lainnya ternyata memiliki bermacam-macam motivasi alternatif di luar empat alasan utama sebelumnya.

Kategori pilihan lainnya ini diisi oleh 4 persen Milenial dan 2 persen pemuda dari perwakilan Gen Z.

Data statistik ini menyimpulkan bahwa setiap generasi memiliki gaya unik dalam mengawal perpolitikan bangsa lewat kejenakaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Goodstats

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU