Gen Z dan milenial lebih suka sampaikan kritik lewat meme (Istimewa)
GORONTALO — Penyampaian kritik terhadap dinamika isu sosial dan politik kini mengalami transformasi besar di era digital.
Masyarakat modern tidak lagi melulu bergantung pada aksi demonstrasi jalanan untuk menyuarakan protes mereka.
Beragam meme kocak dan konten satire kini menjadi amunisi baru yang sangat populer di platform media sosial.
Baca juga: Kominfo Gorontalo Bagi Tips agar Terhindar dari Penipuan Digital
Format komedi visual ini terbukti ampuh menyederhanakan pembahasan topik yang awalnya terasa begitu kaku.
Laporan survei terbaru dari IDN Research Institute membuktikan tingginya minat generasi muda terhadap fenomena ini.
Berdasarkan survei tersebut, kelompok Gen Z dan Milenial memiliki beragam motivasi saat menyebarkan humor tersebut.
Baca juga: Cara Mudah Laporkan Kekerasan Seksual di Sekolah Lewat WhatsApp dan Situs Resmi Kemenag
Keinginan kuat agar pandangannya didengar khalayak luas menjadi motif paling utama bagi kedua generasi ini.
Grafik menunjukkan persentase kelompok Gen Z memimpin motivasi penyampaian pendapat ini dengan angka mencapai 32 persen.
Kalangan Milenial menyusul di urutan selanjutnya dengan mencatatkan angka partisipasi sebesar 26 persen.
Baca juga: Kemenag Bakal Masukkan Materi Edukasi LGBTQ ke dalam Kurikulum Sekolah
Pelepasan beban emosional juga menjadi faktor pendorong yang memicu mereka membagikan konten menggelitik tersebut.
Sebanyak 25 persen responden dari generasi Z mengaku merasa jauh lebih lega setelah menyebarkan meme kritis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodstats