Bantayo Poboide, rumah ada di Kabupaten Gorontalo (Celebes.co)
GORONTALO — Provinsi Gorontalo menyimpan kekayaan budaya berupa tradisi tutur lisan atau sastra lisan yang sangat beragam.
Kekayaan seni tradisional ini patut dibanggakan karena memuat nilai-nilai luhur peninggalan para leluhur.
Dikutip dari buku Ensiklopedia Tokoh Sastra Daerah Gorontalo, ada 15 jenis sastra lisan khas Gorontalo.
Baca juga: Meme Politik Jadi Senjata Kritis Gen Z dan Milenial di Media Sosial
15 sastra lisan Gorontalo dibagi menjadi enam bentuk penggunaannya.
Ada puisi adat, puisi yang berhubungan dengan filsafat dan pandangan hidup, puisi pergaulan, puisi yang berisi sejarah,
bentuk prosa, yang meliputi ragam-ragam dongeng, dan bentuk cerita yang dilagukan dalam upacara Isra dan Mikraj Nabi Muhammad saw.
Baca juga: Kominfo Gorontalo Bagi Tips agar Terhindar dari Penipuan Digital
Di antara 15 sastra lisan ini ada yang masih hidup sampai sekarang, ada yang sudah jarang digunakan, bahkan ada yang terancam punah.
Berikut ini penjelasan 15 jenis sastra lisan khas Provinsi Gorontalo.
Tuja’i merupakan puisi pengiring upacara adat perkawinan, penobatan, hingga peringatan perayaan Maulid Nabi.
Baca juga: Cara Mudah Laporkan Kekerasan Seksual di Sekolah Lewat WhatsApp dan Situs Resmi Kemenag
Contoh lirik tuja'i:
Banta tupalo lomayi (Tuanku masuklah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ensiklopedia Tokoh Sastra Daerah Gorontalo