GORONTALO — Peta sektor tenaga kesehatan di Indonesia terus diperbarui guna memastikan pemerataan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Mengacu pada data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode 2024, ada 1.973.924 tenaga kesehatan yang telah mengantongi registrasi legal.
Kekuatan lini depan pelayanan kesehatan tersebut mencakup klasifikasi yang sangat luas hingga mencakup 35 rumpun profesi medis yang berbeda.
Baca juga: Gorontalo-Australia Berpeluang Perpanjang Program SKALA
Penyebaran profesi ini membentang mulai dari tenaga medis garis depan seperti dokter, perawat, dan bidan, hingga jajaran pendukung teknis laboratorium serta ahli gizi.
Dominasi Perawat dan Bidan di Garis Depan Pelayanan
Korps perawat secara sah menempati urutan teratas sebagai kelompok profesi medis dengan jumlah anggota teregistrasi paling melimpah di tanah air.
Dari total jutaan nakes yang terdata, profesi perawat mendominasi ruang lingkup kerja dengan sumbangsih mencapai 694.154 orang atau setara 35,2 persen.
Baca juga: Wisata Sejarah! Ini Daftar Monumen Perjuangan Kemerdekaan di Gorontalo
Sektor kebidanan menyusul di peringkat kedua dengan kekuatan personel mencapai 488.974 bidan yang tersebar di berbagai pelosok daerah.
Sementara itu, barisan dokter umum dan spesialis menempati urutan ketiga terbesar dengan jumlah personel yang terdata sebanyak 249.174 jiwa.
Korps Penunjang Medis dan Farmasi
Di luar tiga pilar utama tersebut, Indonesia juga disokong oleh puluhan ribu tenaga farmasi yang digawangi oleh 87.253 apoteker aktif.
Baca juga: Si Raja Semifinal Piala Dunia
Layanan diagnostik dan preventif nasional turut diperkuat oleh 80.362 Ahli Teknologi Laboratorium Medik serta 54.387 ahli gizi yang menjaga kualitas pangan pasien.
Kesehatan struktural gigi publik dipandu oleh 54.020 dokter gigi, yang jumlahnya beriringan tipis dengan 52.926 pakar Kesehatan Masyarakat di bidang promotif.
Untuk urusan kebersihan lingkungan dan data, Indonesia mengandalkan 34.677 Tenasi Sanitasi Lingkungan serta 34.388 petugas Perekam Medis profesional.
Kekuatan penunjang motorik dan radiologi juga tidak kalah penting berkat kehadiran 29.376 terapis gigi, 22.658 radiografer, serta 21.386 fisioterapis.
Profesi Khusus yang Paling Minim Personel
Pada kelompok profesi dengan populasi yang lebih spesifik, tercatat ada 10.697 personel Promotor Kesehatan yang bergerak di bidang edukasi publik.
Keamanan alat medis disokong oleh 9.175 teknisi elektromedis, ditemani oleh 8.225 pakar optometris yang berfokus pada kesehatan refraksi mata.
Daftar ketahanan medis ini ditutup oleh keberadaan 5.849 Tenaga Teknis Kefarmasian, 5.793 epidemiolog lapangan, serta 5.575 penata anestesi ruang operasi.
Meskipun secara kuantitas angkanya relatif kecil, eksistensi profesi-profesi khusus ini tetap menjadi elemen krusial demi terciptanya layanan kesehatan yang komprehensif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenkes, Goodstats