GORONTALO — Mengunjungi Provinsi Gorontalo tidak lengkap rasanya jika hanya mengeksplorasi keindahan destinasi wisata alamnya yang memukau.
Provinsi Gorontalo juga menyimpan rekam jejak sejarah yang sangat kaya dalam panggung perjuangan mempertahankan kedaulatan NKRI.
Bagi Anda pencinta wisata edukasi, daerah ini memiliki sejumlah situs monumental yang merekam jerih payah para pahlawan dalam melawan penjajahan maupun pergolakan sejarah.
Baca juga: Si Raja Semifinal Piala Dunia
Menyusuri jejak-jejak batu di daerah ini akan membawa ingatan kolektif kita kembali pada masa-masa patriotisme yang bergelora.
Daftar Monumen Perjuangan Ikonik di Gorontalo
Monumen pertama yang sangat wajib untuk dikunjungi adalah Monumen Nani Wartabone yang berdiri megah di pusat Kota Gorontalo.
Situs bersejarah ini menampilkan patung perunggu kokoh dari pahlawan nasional asal Gorontalo, Nani Wartabone, yang sedang berpose gagah menunjuk ke arah langit.
Baca juga: Panduan Islam dalam Memilih Sahabat Dekat
Keberadaan patung ini didirikan khusus untuk mengenang peristiwa heroik Hari Patriotik pada 23 Januari 1942, momen ketika rakyat Gorontalo berhasil memproklamasikan kemerdekaan lebih awal sebelum proklamasi nasional.
Lokasinya yang berada tepat di depan rumah dinas Gubernur Gorontalo menjadikan alun-alun monumen ini sebagai pusat edukasi sejarah sekaligus ruang publik favorit warga.
Selain kisah kepahlawanan lokal melawan penjajah, daerah ini juga merekam riwayat ketangguhan militer melalui keberadaan Monumen Perjuangan Melawan Permesta.
Baca juga: Panduan Membuat Tiliaya, Kuliner Tradisional Warisan Bangsawan dari Ranah Gorontalo
Situs bersejarah yang lebih karib disebut Tugu Permesta ini berlokasi di kawasan perbukitan Dusun Balea, Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango.
Untuk mencapainya, wisatawan harus menempuh perjalanan darat sekitar 45 menit atau berjarak kurang lebih 20 kilometer dari pusat Kota Gorontalo.
Pendirian tugu di perbukitan ini ditujukan sebagai bentuk penghormatan atas heroisme rakyat dan pasukan Gorontalo bentukan Nani Wartabone saat menumpas gerakan pemberontakan Permesta pada tahun 1958.
Melalui keberadaan dua simbol sejarah tersebut, para wisatawan diajak untuk tidak sekadar berfoto, melainkan meresapi nilai-nilai nasionalisme yang diwariskan oleh para pendahulu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber