GORONTALO — Kuliner tradisional khas Provinsi Gorontalo tidak pernah habis menawarkan keunikan cita rasa yang berpadu erat dengan warisan tradisi leluhur.
Salah satu warisan rasa yang paling dihormati dan melegenda di Serambi Madinah hingga hari ini adalah kue Tiliaya.
Kudapan manis dengan tekstur super lembut menyerupai puding ini diracik dari kombinasi sederhana namun kaya rasa antara telur, santan kental, dan gula merah aren.
Baca juga: Ketidaktahuan Pemilik Toko Jadi Celah Korporasi Pasang Reklame Ilegal di Kota Gorontalo
Jejak Sejarah dan Asal-Usul Nama Tokoh Adat
Berdasarkan catatan sejarah setempat, penganan legendaris ini pertama kali dikreasikan langsung oleh seorang putri raja Gorontalo yang bernama Tiliaya.
Eksistensi hidangan mewah ini disinyalir telah mewarnai meja makan istana para penguasa Nusantara sejak abad ke-15 silam.
Mitos lisan masyarakat lokal mengaitkan nama kue ini dengan frasa Tili* dan Aya yang bermakna instruksi untuk mendekatkan sajian kepada Ayahanda atau kepala dusun setempat.
Baca juga: Peringkat 1-4 FIFA Bentrok di Semifinal Piala Dunia 2026, Berikut Jadwalnya
Tokoh adat atau kepala desa merupakan figur sentral yang kehadirannya selalu dinanti-nanti dalam setiap upacara daur hidup masyarakat Gorontalo.
Sebagai wujud penghormatan tertinggi kepada sang pemimpin adat, tuan rumah wajib menempatkan wadah Tiliaya persis di dekat posisi duduk beliau.
Tradisi Religius dan Pendamping Nasi Kuning
Seiring berjalannya waktu, Tiliaya menjelma menjadi menu wajib yang harus hadir pada hari-hari pertama penyambutan bulan suci Ramadan.
Baca juga: Resep Ilabulo, Kuliner Simbol Perdamaian Raja-Raja Gorontalo yang Melegenda
Kue ini juga menjadi primadona dalam berbagai upacara adat vital mulai dari pernikahan, khitanan, pembaiatan, hingga prosesi sakral doa arua atau tahlilan kematian.
Uniknya, tradisi doa arwah mensyaratkan kewajiban penyajian Tiliaya jika mendiang yang berpulang adalah seorang perempuan.
Sebaliknya, apabila orang yang meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki, posisinya akan digantikan oleh sajian tradisional lain bernama Nasi Baje.
Dalam praktiknya, Tiliaya sangat digemari untuk disantap bersama dengan nasi kuning lokal guna menghasilkan perpaduan rasa gurih dan manis yang kaya di lidah.
Kandungan Gizi yang Melimpah di Balik Kelezatan
Di balik rasanya yang sangat legit, kuliner tradisional Gorontalo secara umum memang terbukti menyimpan zat gizi makro dan mikro yang sangat tinggi.
Dalam satu porsi Tiliaya otentik yang menggunakan 200 cc santan, 250 gram gula aren, dan 5 butir telur, terkandung pasokan energi sebesar 1.407 kalori.
Kandungan gizi makro di dalamnya meliputi 58,2 gram protein, 31,5 gram lemak, serta karbohidrat yang menyentuh angka 219 gram.
Kukiner tradisional ini juga diperkaya oleh asupan vitamin A, B1, C, kalsium, fosfor, natrium, hingga kalium yang baik bagi tubuh.
Panduan Membuat Tiliaya Lembut di Dapur Sendiri
Untuk mencoba resep ini di rumah, siapkan 5 hingga 7 butir telur ayam atau bebek serta 250 gram gula aren yang disisir halus.
Sediakan pula bahan pelengkap berupa 250 ml santan kental, satu lembar daun pandan, sedikit bubuk kayu manis, dan margarin untuk olesan.
Langkah Pembuatan
Pembuatan dan Penyaringan Larutan Gula
Rebus gula merah bersama daun pandan dan 100 ml air hingga mencair sepenuhnya, lalu saring bersih dan biarkan suhunya mendingin.
Pencampuran dan Pengocokan Adonan
Kocok telur menggunakan kocokan manual hingga merata, kemudian tuangkan larutan gula merah dingin beserta sisa santan kental lalu aduk kembali.
Proses Penyaringan dan Penuangan Loyang
Saring adonan telur-santan tersebut agar tidak ada gumpalan yang tersisa, lalu tuangkan ke dalam loyang yang telah diolesi minyak.
Proses Pengukusan Berbalut Kain
Kukus adonan selama 25 menit dengan api sedang menggunakan tutup kukusan yang dialasi kain agar uap air tidak menetes ke kue.
Setelah matang, dinginkan Tiliaya di dalam lemari es terlebih dahulu sebelum dipotong-potong agar teksturnya terasa jauh lebih nikmat.
Kini, Anda bisa menghadirkan sensasi hidangan para bangsawan Gorontalo ini langsung dari dapur rumah Anda sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber