GORONTALO — Konsep pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara kembali menjadi perbincangan hangat di era transformasi pendidikan saat ini.
Salah satu pemikiran beliau yang paling fundamental adalah mengenai sosok Manusia Merdeka.
Bagi Ki Hajar Dewantara, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan upaya untuk memerdekakan manusia secara utuh.
Baca juga: Makna Filosofi Logo Hardiknas 2026 Resmi Kemendikdasmen Lengkap dengan Link Download
Menjadi manusia merdeka berarti memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada perintah atau paksaan dari pihak lain.
Berikut adalah ulasan mendalam untuk memahami konsep tersebut secara sederhana.
Pengertian Manusia Merdeka Secara Lahir Batin
Ki Hajar Dewantara mendefinisikan manusia merdeka sebagai sosok yang hidupnya secara lahir dan batin tidak tergantung pada orang lain, melainkan bersandar pada kekuatan sendiri.
Baca juga: Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei dan Mengingat Peran Ki Hajar Dewantara
Merdeka secara lahir berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan bertindak secara mandiri secara fisik di dunia nyata.
Sementara merdeka secara batin berkaitan dengan kemandirian berpikir, memiliki prinsip yang teguh, serta mampu mengelola emosi dan kehendaknya sendiri tanpa tekanan eksternal.
Kemandirian: Inti dari Pendidikan Ala Ki Hajar Dewantara
Kemandirian adalah napas utama dalam sistem pendidikan yang digagas oleh Bapak Pendidikan Indonesia ini.
Baca juga: Pedoman Resmi Upacara Hardiknas 2026 dari Kemendikdasmen Beserta Susunan Acaranya
Pendidikan seharusnya berperan sebagai tuntunan yang membantu setiap anak mengembangkan potensi uniknya agar mereka menjadi pribadi yang mandiri.
Dalam pandangan Ki Hajar Dewantara, pendidikan yang memerdekakan adalah pendidikan yang memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi, berinovasi, dan belajar sesuai dengan kodrat alam serta kodrat zamannya.
Tujuan akhirnya adalah agar setiap individu mampu berdiri tegak di atas kakinya sendiri dan berkontribusi secara nyata bagi kemanusiaan dan kemajuan bangsa.
Relevansi Konsep Manusia Merdeka dengan Kurikulum Masa Kini
Konsep manusia merdeka sangat relevan dengan arah transformasi pendidikan nasional tahun 2026 yang mengedepankan pendidikan bermutu untuk semua.
Semangat untuk menciptakan pelajar yang kreatif, kritis, dan mandiri merupakan pengejawantahan dari filosofi Ki Hajar Dewantara.
Dengan partisipasi semesta, melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat, ekosistem pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga merdeka secara karakter.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran demi masa depan yang lebih cerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber