Kalender Hijriah 2026 dan penentuan Tahun Baru Islam 1448 H (Istimewa)
GORONTALO — Pergantian tahun dalam Islam selalu menjadi momen yang sarat akan makna spiritual dan historis bagi kaum Muslimin.
Perayaan ini bukan sekadar pergantian angka pada kalender Hijriah, melainkan sebuah refleksi atas perjalanan panjang dakwah Islam.
Tahun Baru Islam merupakan penanda dimulainya siklus penanggalan Hijriah yang berbasis pada peredaran bulan atau qamariyah.
Baca juga: Pernah Ditekuk Timnas Indonesia, Curacao Dibantai Jerman di Piala Dunia 2026
Sistem kalender ini secara resmi belum ada pada masa masa awal kenabian Muhammad SAW maupun masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Sejarah mencatat bahwa sistem penanggalan ini baru resmi lahir pada masa Pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab.
Urgensi kalender ini bermula saat gubernur di berbagai wilayah mengeluhkan surat-surat resmi kekhalifahan yang tidak memiliki penanda tanggal dan tahun yang jelas.
Baca juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Tembus Peringkat 118 Dunia
Untuk mengatasi kekacauan administrasi tersebut, Khalifah Umar mengumpulkan para sahabat terkemuka guna merumuskan solusi penanggalan.
Dalam musyawarah tersebut, muncul berbagai usulan mengenai acuan tahun pertama, mulai dari tahun kelahiran Nabi hingga tahun turunnya wahyu pertama.
Ali bin Abi Thalib kemudian mengusulkan agar peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah dijadikan sebagai awal perhitungan tahun Islam.
Baca juga: Pemandian Bersejarah Taluhu Barakati Resmi Dibuka Kembali Jadi Magnet Wisata Baru
Usulan ini disepakati karena hijrah merupakan momentum krusial yang memisahkan antara kebatilan dan kebenaran serta menjadi titik awal berdirinya peradaban Islam.
Berdasarkan perhitungan astronomis dan konversi kalender, tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah diperkirakan akan jatuh pada pertengahan tahun 2026 masehi.
Lebih tepatnya, hari pertama bulan suci Muharram ini diprediksi jatuh pada hari Rabu, 17 Juni 2026.
Mengingat kalender Hijriah mengacu pada peredaran bulan, pergantian hari dalam Islam dimulai sejak terbenamnya matahari di ufuk barat.
Oleh karena itu, suasana malam pergantian tahun baru Islam sudah mulai dirasakan dan dirayakan sejak Selasa malam tanggal 16 Juni 2026.
Bulan Muharram memegang kedudukan yang sangat istimewa karena termasuk ke dalam salah satu dari empat Asyhurul Hurum atau bulan yang disucikan.
Pada bulan ini, segala bentuk amal kebajikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, begitu pula sebaliknya dengan perbuatan dosa.
Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW di bulan ini adalah memperbanyak ibadah puasa sunnah.
Umat Muslim sangat disarankan untuk menunaikan Puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram dan Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram guna menghapus dosa setahun yang lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber