Selasa, 31 MARET 2026 • 08:45 WIB

Menelusuri Tiga Masjid Paling Bersejarah di Gorontalo

Author

Masjid Hunto Sultan Amay Gorontalo (Dinas Pariwisata Gorontalo)

GORONTALO – Identitas Serambi Madinah yang melekat pada Provinsi Gorontalo memiliki fondasi sejarah yang panjang. 

Jejak syiar Islam di tanah ini terekam kuat melalui keberadaan masjid-masjid kuno yang melintasi berbagai zaman. 

Bukan sekadar tempat bersujud, bangunan-bangunan ini merupakan saksi bisu transformasi budaya, politik, dan spiritual masyarakat Gorontalo.

Baca juga: Sambut 30 Ribu Peserta Penas KTNA 2026, Pemkab Gorontalo Genjot Infrastruktur dan Produksi Pangan

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tiga masjid paling ikonik yang menjadi pilar sejarah di Gorontalo:

1. Masjid Hunto Sultan Amai (1495)

Berdiri di Kelurahan Biawu, Kota Gorontalo, Masjid Hunto memegang catatan sebagai rumah ibadah umat Islam tertua di wilayah ini. 

Dibangun pada tahun 1495, pendirian masjid ini sangat erat kaitannya dengan kisah masuknya Islam ke lingkungan istana.

Baca juga: PENAS XVII di Gorontalo Mulai Disosialisasikan

Sultan Amai, raja pertama Gorontalo yang memeluk Islam, membangun masjid ini sebagai mahar untuk meminang Putri Owutango dari Kerajaan Palasa. 

Hingga kini, pengunjung masih dapat melihat bukti sejarah berupa sumur tua yang tak pernah kering serta makam Sultan Amai yang berada di dalam area masjid.

Masjid Hunto bukan hanya bangunan, melainkan simbol awal mula cahaya Islam berpijak di bumi Gorontalo.

Baca juga: Kiprah Pelatih Bulgaria: Alumni Liga Indonesia, Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia, yang Memutus Harapan

2. Masjid Sabilulhuda Boki Owutango (1525)

Masih berada di Kota Gorontalo, terdapat Masjid Sabilulhuda atau yang lebih dikenal dengan Masjid Boki Owutango. 

Menurut catatan sejarah, masjid ini mulai berdiri sekitar tahun 1525 sebagai pusat pengembangan Islam di wilayah pedalaman.

Nama Boki Owutango sendiri merupakan penghormatan kepada permaisuri Sultan Amai. 

Masjid ini menjadi titik penting dalam peta dakwah masa lalu, yang menunjukkan bahwa penyebaran Islam dilakukan secara terstruktur hingga ke wilayah-wilayah kekuasaan di sekitar pusat kerajaan. 

Walaupun bentuk fisiknya telah banyak mengalami perubahan melalui renovasi, nilai historisnya sebagai pilar spiritual tetap tak tergantikan.

3. Masjid Agung Baiturrahim

Berada tepat di pusat Kota Gorontalo, Masjid Agung Baiturrahim memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam sistem pemerintahan masa lalu. 

Berdasarkan konsep tata ruang kerajaan, masjid ini dibangun berdampingan dengan Poboide (balai musyawarah adat) dan kediaman raja, yang menegaskan prinsip bahwa hukum agama dan adat berjalan beriringan.

Pertama kali didirikan pada tahun 1728 oleh Raja Botutihe dengan material sederhana, masjid ini telah melewati berbagai ujian zaman, termasuk guncangan gempa bumi besar. 

Kini, dengan arsitektur yang megah dan modern, Masjid Agung Baiturrahim berdiri sebagai ikon pusat kegiatan religi sekaligus simbol keteguhan iman masyarakat Gorontalo dalam menjaga warisan leluhur.

Warisan yang Terus Hidup

Ketiga masjid ini merupakan manifestasi dari filosofi Adat bersendikan Syara’, Syara’ bersendikan Kitabullah.

Mengunjungi masjid-masjid ini memberikan perspektif berharga tentang bagaimana nilai-nilai Islami telah membentuk struktur sosial dan identitas masyarakat Gorontalo selama lebih dari lima abad.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU