Pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov (bfunion.bg)
GORONTALO – Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series 2026 meninggalkan satu cerita menarik.
Di balik papan skor, terselip sebuah fakta bahwa sosok yang meracik strategi kemenangan Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, bukanlah orang asing.
Ia adalah orang lama yang pernah menghirup napas sepak bola Indonesia, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Baca juga: 6.570 Hari Tanpa Gelar: Ketika Ramadan Berakhir, tapi Puasa Gelar Timnas Indonesia Tak Kunjung Usai
Kembalinya Dimitrov ke Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK) kali ini bukan untuk membela, melainkan menjadi aktor utama yang memutus harapan Indonesia untuk mengakhiri puasa gelar.
Aleksandar Dimitrov memiliki rekam jejak yang cukup panjang di kompetisi domestik Indonesia pada awal era 2000-an.
Datang sebagai pemain asing dengan status bebas transfer, ia tercatat pernah memperkuat tiga klub besar di tanah air:
Baca juga: Rapor Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Lini Belakang Renggang, Lini Serang Kurang Garang
Setelah gantung sepatu, Dimitrov tidak meninggalkan Indonesia. Ia justru memulai karier kepelatihannya di sini.
Baca juga: FIFA Series 2026: Rizky Ridho Tak Tergantikan, Nadeo-Cahya Hanya Pajangan
Pada musim 2006-2007, ia dipercaya menjadi asisten pelatih Ivan Kolev di Persipura Jayapura.
Kombinasi keduanya dinilai sangat solid, hingga akhirnya mereka dipercaya menangani Timnas Indonesia.
Dimitrov adalah salah satu sosok penting di balik layar saat Skuad Garuda berlaga di Piala Asia 2007.
Sebagai asisten pelatih, ia terlibat langsung dalam merancang strategi dan memahami karakter para pemain Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber